COOL - February Week 3

KITA BUKAN TEMPAT SAMPAH

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu." - Yakobus 1:21

Salah satu benda yang mempunyai fungsi sangat spesifik dalam rumah atau bangunan adalah tempat sampah. Benda lain kadang digunakan untuk fungsi yang berbeda, misalnya piring makan untuk meletakkan makanan atau tempat menaruh makanan sisa di kulkas. Gelas dapat digunakan untuk minum, juga bisa untuk menakar bahan makanan seperti beras. Sendok bisa digunakan untuk makanan, mengaduk minuman atau menakar obat. Namun tempat sampah hanya digunakan untuk satu tujuan: menaruh sampah. Tempat sampah tidak digunakan untuk keperluan lain. Benda yang tidak diinginkan, benda yang tidak digunakan, benda yang rusak total, benda yang jorok, semua akan berakhir di tempat sampah.

Manusia jelas bukan tempat sampah. Sayangnya, dalam banyak hal seringkali kita menjadikan diri kita tempat sampah. Hal-hal yang buruk yang seharusnya tidak kita simpan di dalam hidup kita, malah kita biarkan ada dalam diri kita dan bahkan mungkin kita lakukan. Alhasil kehidupan kita menjadi susah. Kita mungkin saja bertumbuh dan bergerak maju dalam perjalanan rohani kita, namun sampah-sampah yang ada dalam hidup kita membuat perjalanan tersebut terseret dan penuh rintangan. 

Alkitab jelas mengatakan bahwa saat kita lahir baru, maka kita menjadi pribadi yang baru dan hal-hal yang lama sudah berlalu (2 Korintus 5:17). Kita yang tadinya "sampah", oleh karena kemurahan dan kasih karunia Kristus dijadikan pribadi yang baru di dalam Dia. Kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Tetapi ini bukan berarti kita dapat tenang-tenang saja, karena selama kita di dunia akan selalu ada tantangan dan situasi yang berupaya membuat kita kembali menjadi tempat sampah. Tabiat-tabiat lama, perbuatan-perbuatan daging yang dahulu pun harus kita buang.

Apa saja sampah yang harus di buang dari hidup kita? Galatia 5:19-21 memberikan daftar sampah tersebut:

  •  Percabulan (kelakuan, hubungan seksual yang amoral)
  •   Kecemaran (pikiran kotor, keinginan hati yang buruk)
  •   Hawa nafsu (keinginan duniawi, keinginan yang melampaui batas kesopanan/normal)
  •   Penyembahan berhala (menyembah roh-roh selain TUHAN, percaya pada orang atau istiadat atau benda yang dipandang setara kedudukan dan pentingnya dengan TUHAN).
  • Sihir (penyembahan kepada setan-setan, penggunaan obat-obatan atau benda magis guna mengalami pengalaman supranatural)
  •   Perseteruan (permusuhan, kebencian yang sangat)
  •   Iri hati (cemburu atas keberhasilan orang lain)
  •   Geram (kemarahan yang meledak-ledak, perkataan yang kasar)
  •   Ambisi yang mementingkan diri sendiri (mencari kekuasaan, mencari pembenaran atas tindakan yang buruk)
  •   Pertikaian (memecah belah, mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai Firman TUHAN)
  •   Roh pemecah (menghancurkan persatuan/persekutuan anak-anak TUHAN)
  •   Kedengkian (perasaan tidak suka pada orang lain, benci pada orang yang memiliki sesuatu yang tidak ia miliki)
  •   Kemabukan (merusak diri dengan minuman keras)  
  •   Pesta pora (berpesta dengan berlebihan seperti mabuk, obat bius dan seks bebas)

Galatia 5:21 dengan tegas mengatakan bahwa jika kita masih menyimpan atau melakukan hal-hal diatas maka kita tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah.  Tegasnya: bukan di sorga tetapi di neraka! Mengapa? Karena berarti jelas menolak tuntunan Roh Kudus untuk hidup menurut kebenaran Firman TUHAN yang menentang hal-hal tersebut.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita dapat membuang hal-hal yang ditentang Firman dalam Galatia 5 tersebut? Alkitab jelas mengajarkan berkali-kali bahwa manusia dengan kekuatannya sendiri tidak akan pernah bisa menguduskan dirinya sendiri. Itulah sebabnya kita perlu dilahirkan terlebih dahulu oleh karena kasih karunia Kristus, yang kita terima dengan iman. Selanjutnya kita pun perlu dipenuhi oleh Roh Kudus yang akan menuntun kita di dalam kehidupan yang sesuai dengan kebenaran Firman TUHAN. Perhatikanlah ayat-ayat ini:

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. (Gal 5:1)

-- kita jadi manusia baru oleh karena Kristus.

 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. (Gal 5:5)

-- Roh Kudus yang membuat kita bisa hidup dalam kebenaran. Kita imani hal ini.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Gal 5:17a, 25)

-- kita perlu hidup oleh Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus

dan tentu bacalah kembali Yakobus 1:21 diatas yang jelas menegaskan bahwa Firman TUHAN berkuasa untuk menyelamatkan jiwa kita; yaitu berkuasa membuat kita mampu membuang semua sampah-sampah kedagingan hidup kita yang lama.

Apakah hasil dari hidup yang dipimpin Roh Kudus dan di dalam kebenaran Firman TUHAN? Hasil yang luar biasa dari kehidupan yang demikian adalah kita tidak menjadi tempat sampah, melainkan menghasilkan buah-buah kehidupan yang luar biasa, sebagaimana ditulis dalam Galatia 5:22, yaitu:

 ·         Kasih (Yunani: agape, yaitu peduli dan memberikan yang terbaik kepada orang lain tanpa pamrih sebagaimana Kristus memberikan kasih-Nya)

·         Sukacita (perasaan senang berlandaskan kasih ilahi, berdasarkan kasih yang Kristus telah berikan kepada kita oleh karena kemurahan dan kasih karunia-Nya, bukan karena perlakukan orang kepada kita)

·         Damai sejahtera (ketenangan hidup oleh karena tahu bahwa Bapa tidak pernah jauh dari kita)

·         Kesabaran (kemampuan untuk tabah, kuat, tidak putus asa dan terutama dapat mengerti kekurangan orang lain)

·         Kemurahan (tidak ingin menyakiti orang lain, namun ingin membantu mereka yang kesusahan)

·         Kebaikan (membenci kejahatan, menegur hal yang salah, berlaku adil dan ingin melihat orang bertumbuh dalam kebenaran)

·         Kesetiaan (menjaga komitmen, pribadi yang jujur dan bisa dipercaya perkataannya)

·         Kelemahlembutan (pengendalian diri dan emosi yang baik, rendah hati, tidak mencari pengakuan dari orang lain)

·         Penguasaan diri (mampu menjaga diri dari keinginan-keinginan dan nafsu duniawi, termasuk godaan-godaan seksual).

 Tidakkah saudara-saudara rindu mengalami dan menghasilkan buah-buah yang luar biasa tersebut diatas? Oleh karena itu saudara-saudara, mari kita buang jauh-jauh semua sampah dalam hidup kita. Hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus dan Firman TUHAN. Mari kita hidup sebagai pribadi-pribadi yang baru dalam Kristus, dan lihatlah TUHAN memberikan banyak hal yang baru dalam kehidupan kita.  TUHAN Yesus memberkati. Amin! (CS)

 

COOL - February week 2

COOL - February week 2

MENJADI MANUSIA BARU DI PERMULAAN YANG BARU

Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Sesuai dengan tuntunan TUHAN melalui Gembala Sidang/Pembina, salah satu pengertian dari permulaan yang baru adalah PERUBAHAN. Perubahan adalah sebuah kata yang umum kita dengar, mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dilakukan atau dialami  karena orang sudah terbiasa dengan yang lama. Perubahan adalah sebuah proses pembentukan.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Berkaitan dengan perubahan menjadi ciptaan baru, ada 3 (tiga) hal penting yang harus dipegang dengan baik:

1.    Menjadi ciptaan baru berarti tidak boleh lagi menggunakan sifat lama (perbuatan daging).

 Ayat diatas secara jelas memberikan penegasan kepada kita bahwa sebagai ciptaan baru, yang lama telah berlalu. Apa itu yang lama? Sifat-sifat buruk masa lalu, keinginan daging, kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-2-a "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya."

Di dalam KRISTUS, ALLAH menjadikan kita ciptaan yang baru, tetapi adalah tanggung jawab dan bagian kita untuk hidup sesuai dengan status baru kita di dalam DIA. Karenanya kita harus jaga hidup kita sungguh-sungguh sesuai dengan Firman Tuhan. Hidup kudus dan berkenan di hadapan-Nya.

 2.    Tidak menjadi ciptaan baru berarti tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah

 Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (Galatia 5:21-b).

Perubahan menjadi ciptaan baru, meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru dalam KRISTUS adalah suatu keharusan. Jangan berpikir bahwa karena perubahan itu tidak mengenakan maka anda bisa memilih untuk tidak mengalami perubahan itu. Resiko dan harganya terlalu mahal. Sebab Alkitab berkata, mereka yang tidak meninggalkan cara hidup yang lama yang dikuasai oleh perbuatan daging TIDAK AKAN MENDAPAT BAGIAN DALAM KERAJAAN ALLAH, alias masuk neraka.

 3.    Ciptaan baru akan mengalami proses terus menerus sampai menjadi serupa dengan gambaran KRISTUS.

 Menjadi ciptaan baru bukanlah tujuan akhir, sebab perubahan itu akan terus terjadi. Untuk hidup kudus kita akan diproses terus menerus dengan Firman Allah dan oleh Roh Kudus sehingga menjadi serupa dengan gambar KRISTUS. Mereka yang menjadi serupa dengan gambar KRISTUS akan mengalami pemuliaan (Glorification) dan ikut dalam pengangkatan.

Proses yang terus menerus ini tentunya memerlukan ketekunan iman, daya tahan dan daya juang yang kuat. Secara manusia kita tidak mampu, tapi ROH KUDUS memberikan kita kekuatan dan kemampuan. Karenanya hiduplah senantiasa dalam pengurapan serta penuh dengan ROH KUDUS.

Amin.

 

COOL - February week 1

DISISI MANA ANDA BERADA?

Salah satu pengertian dari permulaan yang baru adalah PEMISAHAN. Kalau kita membaca dalam Kejadian 1:3-5, pada hari pertama penciptaan, dalam permulaan yang baru, TUHAN menciptakan terang dan memisahkan terang dari gelap.

“Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.”

Pesan TUHAN melalui Gembala Sidang/Pembina kita bahwa Tahun 2018 akan terjadi pemisahan antara orang yang hidupnya dalam terang dan orang yang hidupnya dalam gelap.

Berkaitan dengan PEMISAHAN di Tahun Permulaan yang baru ini, dua hal penting yang perlu kita sadari adalah :

1. Pemisahan akan nampak jelas sebab TUHAN membuat perbedaan.

“Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.” (Maleakhi 3:18)

Perkataan "kamu akan melihat kembali perbedaan", artinya perbedaan itu akan nampak dengan nyata dan tegas. Perbedaan yang dimaksud disini adalah perbedaan cara TUHAN memperlakukan orang benar dan orang fasik, memperlakukan orang yang beribadah kepada TUHAN dan yang tidak beribadah kepada-Nya.

Orang benar dan orang yang beribadah kepada TUHAN pasti memperlakukan TUHAN dengan hormat, takut akan TUHAN, mengasihi TUHAN. Terhadap orang-orang yang seperti ini DIA pasti memperlakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih. Sebaliknya orang fasik yang sombong dan menganggap ALLAH tidak ada (Mazmur 10:4) akan mendapat perlakuan setimpal dengan perlakuannya terhadap ALLAH.

"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit." (Mazmur 18:26-27)

2. Pemisahan menuntut respon dan kedewasaan kita.

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya” (Wahyu 22:11-12)

Saat kita masih kanak-kanak dan melakukan suatu pelanggaran atau tindakan yang tidak sopan, orangtua secara langsung dan tegas mengajari kita bahkan memberikan hukuman agar kita menyadari kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi. Tapi saat kita bertumbuh dewasa, orang tua kita mengajarkan bahwa kita adalah orang dewasa dan bertanggung jawab atas apa yang menjadi perbuatan kita, baik atau buruk.

Menjelang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, TUHAN memperlakukan kita seperti orangtua kepada anaknya yang sudah dewasa. TUHAN sudah banyak mengajar, menegur. Tiba saatnya dimana TUHAN sepertinya 'membiarkan', menyerahkan kepada masing-masing kita. Yang jahat biar terus berbuat jahat, yang cemar terus berbuat cemar, yang benar terus berbuat kebenaran dan yang kudus terus menguduskan dirinya.

Namun satu hal yang pasti : TUHAN datang kembali membawa upah dan membalaskan kepada masing-masing orang sesuai dengan perbuatannya.

PEMISAHAN pasti terjadi. Pertanyaannya, ada disisi manakah Anda berada?

 

COOL - January week 3

SIKAP YANG BARU

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang," -- 2 Korintus 5:17

    TUHAN memberikan visi kepada kita untuk tahun 2018 adalah "Tahun Permulaan yang Baru" dengan mengambil ayat 2 Korintus 2:17.  Saat kita membaca keseluruhan konteks 2 Korintus 5, maka kita mendapati bahwa Alkitab mengajarkan kita bahwa sudah sepatutnyalah kita memiliki sikap, hati dan perilaku yang berbeda setelah kita menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat pribadi, dibandingkan dengan sebelum kita menerima-Nya.  Paulus mengingatkan bahwa kehidupan kita yang lama yang rusak karena dosa, telah ditebus oleh Kristus melalui pengorbanan-Nya.  

    Itulah sebabnya ada hal-hal yang harus kita tinggalkan dalam hidup kita, yaitu kelakuan-kelakuan yang tidak pantas sebagai anak-anak TUHAN.  Apa saja?

1.  Tinggalkanlah: Berkeluh kesah atas "penderitaan" hidup (2 Kor 5:1-10)

    Firman TUHAN memang menjelaskan bahwa selama kita masih menggunakan tubuh jasmani di dunia ini, kita mengeluh karena beratnya tekanan hidup yang kita hadapi.  Namun firman yang sama mengingatkan kita agar kita tidak menjadi terfokus pada hal ini, tetapi nantikanlah bahwa kelak kita akan menggunakan tubuh yang lebih mulia, yang bebas dari segala kesusahan.  Inilah pengharapan, kekuatan dan penghiburan atas segala tekanan yang kita hadapi dalam hidup.  TUHAN menginginkan agar kita tidak berfokus pada masalah tubuh, tetapi lebih hidup oleh karena Roh.  Penderitaan yang kita hadapi bisa saja justru maksud TUHAN untuk mempersiapkan kita pada kehidupan kekal; tidak bergantung pada tubuh jasmani. Itulah sebabnya dikatakan Roh Kudus dikaruniakan kepada agar kita kuat menurut Roh dan sebagai jaminan bagi kita.  Roh Kudus dalam hidup kitalah yang membuat kita tabah menghadapi apapun persoalan hidup kita.


2. Tinggalkanlah: Mencari penilaian dan pujian manusia (2 Kor 5:11-20)
    
    John Maxwell pernah berkata bahwa syarat untuk menjadi sukses itu banyak, namun untuk menjadi gagal hanya satu: berusaha menyenangkan semua orang.  Banyak manusia mengalami kesusahan dalam dirinya justru karena ingin membuat orang lain senang.  Dibalik upaya tersebut sebenarnya bukanlah suatu kebaikan tetapi motivasi terselubung yaitu ingin dinilai baik, ingin diterima berbagai orang dan ingin mendapat pujian dari banyak orang.  Rasul Paulus dalam teks ini mengingatkan bahwa motivasi kita melakukan kebaikan, motivasi kita saat melayani sesama adalah bukan karena ingin mendapatkan balasan kebaikan dan dilayani, tetapi oleh karena Kristus yang kita sembah sudah terlebih dahulu memberikan kebaikan dan pelayanan kepada kita.  Sebagaimana Kristus sudah memberikan yang terbaik kepada kita, maka sekarang kita juga harus memberikan yang terbaik kepada sesama kita, terlebih jemaat, tanpa mengharapan apapun.  Ingatlah bahwa sekalipun Yesus disalib dan dihina, Ia tetap memberikan yang terbaik, yaitu nyawa-Nya, karena Ia mengasihi kita dan ingin agar kita diperdamaikan dengan Allah Bapa.  Sekarang pelayanan yang sama pun dipercayakan kepada kita, yaitu untuk membawa banyak jiwa-jiwa bertemu dan berdamai dengan Allah.


3. Tinggalkanlah: menilai dengan standar manusia (2 Korintus 5:16)

    Pesan yang sederhana bagi kita semua yang telah menerima dan hidup dalam anugrah keselamatan Kristus: pandanglah segala sesuatu dengan cara Kristus memandang.  Janganlah lagi kita menilai dan bertindak menghadapi suatu masalah berdasarkan apa yang dunia katakan, atau adat-istiadat tentukan tetapi hiduplah sebagai Kristus telah hidup, pandang dan timbanglah sebagaiman Kristus memandang dan hiduplah senantiasa di dalam kepenuhan Roh dan berdasarkan Firman-Nya.  Tinggalkan gaya hidup kita yang lama dan mari jalani kehidupan ini sebagai pribadi yang telah diperbaharui oleh Kristus. Amin! (CS)