"Sebab Bagi Allah tidak ada yang Mustahil"

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, tidak terasa sekarang sudah bulan Desember dan sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, yaitu tahun 2018. Kalau kita diperkenankan oleh Tuhan masuk tahun 2018, semua karena kasih karunia Tuhan. Bulan Desember kita merayakan Natal, jadi tidak ada salahnya kalau hari ini saya mengucapkan, “Selamat Natal tahun 2017, Tuhan Yesus memberkati Saudara berlimpah-limpah-limpah!”. Tema Natal tahun ini adalah dari Lukas 1:37, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Proses kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia ini merupakan satu mujizat. Pada sebagian orang dikatakan tidak masuk akal, apalagi ketika Tuhan Yesus dikatakan sebagai Anak Allah. Mereka berkata, “Bagaimana Allah bisa punya anak?”

Pada waktu malaikat Gabriel mendatangi Maria, Maria terkejut dan malaikat Gabriel berkata kepada Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Mendengar itu Maria kaget, heran dan tidak mengerti, “Bagaimana itu bisa terjadi, karena aku belum bersuami?”. Malaikat Gabriel berkata lagi, ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Mengandunglah Maria karena Allah Roh Kudus dan kuasa Allah Yang Mahatinggi turun ke atasnya. Karena itulah Tuhan Yesus disebut Anak Allah. Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Bagi orang yang tidak memiliki Roh Kudus, hal ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal. Tetapi bagi kita yang memiliki Roh Kudus, kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah, Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia!

Bagaimana mujizat kelahiran Tuhan Yesus bisa terjadi? Jawabnya, karena MARIA PERCAYA! Ketika malaikat Gabriel berkata kepadanya, dia percaya! Meskipun tidak masuk akal, meskipun tidak bisa dimengerti. Maria berkata, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

TAHUN 2017 TAHUN MUJIZAT PENUAIAN

Memasuki tahun 2017, Tuhan memberikan tema, “Tahun Mujizat Penuaian!” Tahun 2017 akan segera berakhir, ada berapa banyak diantara Saudara yang mengalami mujizat penuaian? Pada waktu memasuki tahun 2017, diingatkan bahwa kalau mau mengalami mujizat penuaian, maka harus memperhatikan 4 hal, yaitu:

1. Kita Harus Percaya Bahwa Mujizat Itu Ada

Dalam kesempatan ini saya ingin merenungkan bersama Saudara tentang imam Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis. Zakharia dan Elisabet sejak masa mudanya minta anak, “Tuhan, berikan anak!”. Meskipun Elisabet mandul, mereka terus berdoa minta anak, “Kami minta anak, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!”.  Pada masa tuanya malaikat Gabriel juga datang kepada imam Zakharia dan berkata, “Zakharia, doamu yang selama ini minta anak, dikabulkan oleh Tuhan. Isterimu akan mengandung dan engkau akan punya anak, dan haruslah engkau menamai dia, Yohanes.” Apa jawab Zakharia? “Punya anak? Mana mungkin, saya sudah tua. Isteri saya mandul lagi! Mana mungkin?!” Malaikat berkata kepada imam Zakharia, “Selama ini yang kamu minta itu apa? Begitu dikabulkan, kamu malah tidak percaya! Karena kamu tidak percaya, kamu akan menjadi bisu!”.

Maria percaya mujizat itu ada, karena itu dia berkata, ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Saudara, saya percaya kita semua di tempat ini tidak mau menjadi bisu, karena itu kita harus percaya mujizat. Amin!

2. Kita Harus Bertindak Meskipun Tidak Masuk Akal / Tidak Mengerti

Gereja ini ada karena saya percaya meskipun saya tidak mengerti, meskipun tidak masuk akal, saya tetap jalan dan berjalan sehingga gereja itu ada sampai dengan hari ini. Pada saat Allah berbicara melalui malaikat Gabriel kepadanya, Maria percaya dan bertindak meskipun tidak masuk akal, meskipun dia tidak mengerti. Apa yang dia lakukan? Dia memberitahu tunangannya, Yusuf.

3. Ada Harga Yang Harus Dibayar Untuk Terjadinya Mujizat

Maria sudah mengetahui bahwa akan ada 2 reaksi daripada Yusuf. Pertama Yusuf percaya, tetapi yang kedua Yusuf tidak percaya. Kalau sampai Yusuf tidak percaya, ini akan menjadi masalah besar! Sebab pada waktu itu orang yang mengandung tanpa suami bisa dihukum rajam! Ini harga yang harus dibayar oleh Maria, tetapi dia siap membayar harga ini. Apa yang terjadi ketika diberitahu kepada Yusuf? Ternyata Yusuf tidak percaya. Yusuf adalah seorang yang tulus dan baik, dia mau diam-diam menceraikan Maria supaya tidak malu di muka umum. Tetapi ketika dia mempertimbangkan mau menceraikan Maria, pada waktu dia tidur di malam hari, malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Yusuf menjadi percaya! Begitu dia bangun tidur, dia langsung mengambil Maria sebagai isterinya.

4. Kesombongan Akan Membuat Mujizat Tidak Terjadi

Kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia ini terjadi karena Maria dan Yusuf percaya, meskipun tidak masuk akal dan tidak mengerti, mereka lakukan itu. Percaya dan terjadilah mujizat! Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2017, bukan berarti penuaian mujizat segera berakhir, tetapi justru di tahun 2018 Saudara akan mengalami penuaian mujizat lebih lagi, asal Saudara percaya!

Saudara akan mengalami apa yang disebutkan dalam 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”  Kalau Saudara mengasihi Tuhan Yesus, Saudara akan percaya kepada Dia. Percaya apa yang dikatakan-Nya, meskipun tidak masuk akal dan tidak mengerti. Ketika Saudara mendengar itu dan berkata, “Saya percaya, Tuhan!”. Cukup dengan percaya dan bertindak, Saudara akan melihat mujizat terjadi dalam hidup Saudara. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Amin! Pada waktu Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini, Allah sanggup membuat para gembala dan orang-orang Majus datang menyembah Tuhan Yesus, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Gembala itu mewakili orang-orang yang miskin dan yang kurang dalam pendidikan. Tetapi orang Majus mewakili orang-orang yang kaya dan punya pendidikan yang tinggi. Saudara lihat di sini bahwa Tuhan Yesus memanggil semua orang, tidak perduli dia miskin, kurang pendidikan atau kaya dan pendidikan tinggi, Tuhan panggil supaya percaya kepada Dia. Amin!

Bagaimana cara Tuhan memanggil gembala-gembala itu datang menyembah Tuhan Yesus? Dengan cara malaikat datang kepada mereka untuk memberitahu bahwa telah lahir Tuhan Yesus. Mereka harus melihat dan harus datang menyembah Dia. Pada waktu itu mereka melihat puji-pujian, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara orang-orang yang berkenan kepada-Nya.” Bala tentara sorgawi dan malaikat Tuhan menyanyi puji-pujian dan itu yang membuat gembala-gembala datang menyembah Tuhan Yesus. Saudara, berapa banyak saya dengar orang bertobat karena mendengar pujian? Adakah diantara Saudara yang mempunyai pengalaman seperti itu? Cukup banyak saya dengar di luar, begitu  mendengar puji-pujian dia bertobat. Lain halnya dengan orang Majus, Tuhan mempunyai cara lain untuk memanggil mereka agar percaya kepada Tuhan Yesus dan menyembah, yaitu dengan cara membaca kitab nabi. Banyak saya dengar juga ketika orang menyelidiki Alkitab yang awalnya tidak percaya, pada waktu mereka menyelidiki justru diungkapkan bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat dan mereka percaya kepada Tuhan Yesus serta menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

Saya percaya; setiap kita mempunyai pengalaman sendiri-sendiri ketika Tuhan Yesus memanggil kita untuk percaya kepada-Nya. Pengalaman Saudara tidak sama dengan pengalaman saya, tetapi mari pada kesempatan yang indah ini saya ajak Saudara bernostalgia. Mungkin 30 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu atau 1 bulan yang lalu Saudara datang kepada Tuhan Yesus karena Tuhan panggil Saudara dan Saudara menjawab, “Ya…ya…ya…”. Itu pengalaman Saudara 20 – 30 tahun yang lalu, tetapi hari ini Tuhan sedang bertanya kepada Saudara, “Maukah engkau menjadi umat yang layak bagi-Ku untuk menyambut kedatangan-Ku yang kedua?”. Apakah Saudara mau menjawab, “Ya…ya…ya…”. Amin!

Selama 3,5 tahun pelayanan Tuhan Yesus di muka bumi ini, itu diwarnai dengan mujizat-mujizat yang luar biasa yang Dia lakukan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Ketika Yohanes Pembaptis ada di dalam penjara, dia menyuruh 2 muridnya datang kepada Tuhan Yesus dengan satu pertanyaan, “Apakah Engkau Mesias yang selama ini kami tunggu atau kami harus menunggu orang lain lagi?”. Tuhan Yesus pada waktu ditanya tidak menjawab. Dia sibuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, Dia hanya berkata begini kepada murid-muridnya, “Apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, sampaikan kepada Yohanes. Orang buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, orang kusta menjadi tahir dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik.” Itu pelayanan Tuhan Yesus dan itu harus menjadi pelayanan kita, gereja-Nya. Tuhan menyertai dengan tanda dan mujizat, jangan kuatir! Begitu Saudara mulai menginjil untuk memenangkan jiwa-jiwa, maka tanda dan mujizat (signs and wonders) itu akan mengikuti Saudara. Dan jangan lupa, Tuhan Yesus memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin. Hati Tuhan Yesus itu ada di orang-orang miskin. Amin! Tuhan memanggil semua orang, tidak peduli dia miskin, kaya, pandai atau kurang pandai, semua dipanggil! Dan puji Tuhan; di gereja kita semuanya itu ada. Sekali lagi, hati Tuhan Yesus ada pada orang-orang miskin dan hati itu diberikan kepada kita. Saya ingat 11 tahun yang lalu bagaimana Tuhan berkata kepada saya, “Niko, kamu pergi ke kota-kota ke mana Aku tunjuk, kalau kamu tiba di satu kota, kamu kumpulkan gereja-gereja di kota itu. Dan ajak gereja-gereja itu untuk membawa orang-orang miskin, orang sakit, orang yang tidak punya uang untuk ke dokter, orang yang tidak punya pengharapan, sebab Aku akan menyembuhkan mereka.”

Selama 11 tahun ini, saya sudah diperkenankan oleh Tuhan mengakhiri tahun 2017 ini dengan melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan Kesembuhan Ilahi ini sebanyak 291 kali. Dan saya diperkenankan oleh Tuhan untuk melihat orang sakit disembuhkan seketika di lapangan-lapangan, ada yang disembuhkan dalam perjalanan pulang, ada yang di rumah-rumah disembuhkan, ada juga yang melihat siaran TV disembuhkan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dan Saudara, pada waktu itu masih diteruskan, “Niko, biayanya kamu bawa sendiri.” Kalau Saudara mendengar ini, Saudara harus bertepuk-tangan dengan keras, mengapa? Sebab sebetulnya Tuhan berkata, “Berilah, maka kamu akan diberi!”, jangan dibalik! Jadi kalau disuruh, “Biayanya kamu bawa sendiri…” atau “Ini saatnya memberi…”, wah saya bersukacita, mengapa? Karena kita pasti diberi! Dan diberinya itu tidak sama, bisa 10x lipat, 100x lipat, 1.000x lipat bahkan 1.000.000x lipat! Amin! Saudara, saya ingat mengapa saya bersukacita kalau disuruh memberi. Karena saya diingatkan dari Matius 10:8 di mana Tuhan Yesus berkata, “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma….” Saudara, sampai dengan hari ini saya pertahankan tentang hal itu. Saya ingat bagaimana waktu memulai pelayanan ini, pada waktu di Tanah Perjanjian Tuhan berkata kepada saya, “Perhatikan 2 hal ini, Niko. Yang pertama, kamu jangan mencuri kemuliaan-Ku. Dan yang kedua, kamu jangan mengambil keuntungan pribadi dari pelayanan ini.” Saya jaga baik-baik pesan Tuhan ini, karena itu pelayanan ini masih ada sampai dengan hari ini dan akan Tuhan teruskan. Melalui pelayanan ini, bukan rahasia lagi, banyak orang-orang yang diselamatkan, banyak orang-orang yang disembuhkan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil!

Saudara, sejak tadi kita merenungkan kedatangan Tuhan Yesus yang pertama ke dalam dunia ini, Tuhan Yesus sekarang ada di sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Dan sebentar lagi, tidak lama lagi, Tuhan Yesus akan datang untuk kali yang kedua. Dan Tuhan mengingatkan kepada gereja-Nya, kepada Saudara dan saya, sebab ini tugas yang Tuhan berikan kepada gereja-Nya seperti Tuhan memberikan tugas kepada Yohanes Pembaptis pada waktu menyambut kedatangan Tuhan Yesus pertama kali. Maka Tuhan berbicara kepada gereja-Nya, yaitu Saudara dan saya, untuk kita menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Saudara, 3 hal yang harus kita lakukan seperti Yohanes Pembaptis lakukan, yaitu:

1. Gereja harus membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya.

2. Gereja harus membuat orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan supaya bertobat kembali.

3. Gereja harus membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Saudara, biasanya yang nomor 1 dan 2 itu yang sering disinggung. Orang yang tidak percaya menjadi percaya, orang yang hidupnya tidak karu-karuan supaya jadi karuan atau bertobat kembali. Tetapi hari ini Tuhan sangat menekankan tentang yang nomor 3 ini, membuat hati bapa berbalik kepada anaknya dan hati anak kepada bapanya. Saya mengajak Saudara untuk merenung, orang yang tidak percaya dan orang Kristen yang hidupnya tidak karuan, itu pasti diakibatkan oleh yang nomor 3 tadi. Karena itu saya tahu bahwa ini begitu penting di mana Tuhan meminta gereja-Nya membuat hati bapa berbalik kepada anaknya dan anak kepada bapanya. Apa yang dimaksudkan dengan hati bapa berbalik kepada anak dan hati anak berbalik kepada bapanya?

Saudara, di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru banyak ayat yang mengatakan bahwa orang tua bertanggung-jawab mendidik anak-anaknya supaya mereka hidup berkenan kepada Allah. Apa yang harus dilakukan oleh orang tua?

1. Orang tua harus mengajar, menegur anak-anaknya sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

2. Orang tua harus menjadi teladan melakukan hal yang sesuai dengan iman yang Alkitabiah.

3. Orang tua harus memprioritaskan untuk keselamatan kekal anak-anaknya dibanding pekerjaan, profesi bahkan pelayanan di gereja atau kedudukan sosial.

Tadi disebutkan, mengapa hati bapa harus berbalik kepada anak-anaknya? Sebab mereka tidak melakukan hal itu, makanya disebutkan “berbalik”. Jika Saudara membaca Ulangan 6:6-7 maka di situ dikatakan begini, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Lebih kurang 1000 tahun kemudian, Tuhan berbicara lagi melalui Maleakhi 4:5-6, yang merupakan ayat terakhir dari Perjanjian Lama yang berbunyi, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Saudara, Tuhan berkata bahwa nanti menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu, yaitu hari kedatangan Tuhan Yesus yang pertama maupun yang kedua, “Aku akan mengirimkan Elia!”. Ternyata Yohanes Pembaptis ini berjalan dalam roh dan kuasa Elia. Dia dipenuhi dengan Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya dan tugas ini diberikan kepada gereja. Untuk dapat menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya maka:

1. Gereja harus dipenuhi Roh Kudus

2. Gereja harus berjalan dalam roh dan kuasa Elia, artinya tegas dan tidak ada kompromi terhadap dosa, daya tarik dunia dan sifat kedagingan.

Setelah gereja melakukan seperti ini, barulah mereka menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Tanpa ini, lupakan! Namun saya percaya, jemaat di tempat ini mau dan sudah dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita mau berjalan dalam roh dan kuasa Elia, yaitu tegas dan tidak ada kompromi! Itu akan membuat hati bapa berbalik kepada anak dan anak kepada bapa dan Tuhan katakan, “Supaya Aku tidak menghancurkan bumi!”. Mengapa Tuhan berbicara setelah 1000 tahun? Sebab ternyata dalam Perjanjian Lama, bapa-bapa atau orang tua itu gagal melakukan perintah Tuhan seperti Ulangan 6:6-7 tadi. Namun Tuhan memberikan kesempatan, “Hati-hati kamu ya, pokoknya kalau kamu tidak melakukan, Aku akan benar-benar hancurkan!”.

Setelah 463 tahun kemudian, akhirnya Yohanes Pembaptis datang. Dia dipenuhi Roh Kudus serta berjalan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa berbalik kepada anak dan hati anak kepada bapanya. Setelah itu kira-kira 30 – 35 tahun kemudian di dalam surat-suratnya Rasul Paulus memberitahu lagi dan berbicara dalam 2 Timotius 3:1-9, perikopnya adalah: Keadaan Manusia Pada Akhir Zaman. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Saudara, beberapa waktu yang lalu saya sering membicarakan tentang Generasi Millenial. Generasi Millenial ini dalam tulisan-tulisan dianggap generasi yang paling bermasalah bukan hanya Generasi Millenial saja, sebab di semua generasi juga ada. Kenapa saya fokuskan kepada Generasi Milllenial tadi? Karena Generasi Millenial sampai terjadi ciri-ciri yang seperti itu, nomor 1 disebutkan gara-gara ORANG TUA SALAH ASUH! Jadi kalau sampai Paulus menuliskan ini berarti mereka belum melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Lalu masih menunggu waktu lagi, kemudian Petrus diberikan satu penglihatan atau pengertian tentang apa yang akan terjadi pada dunia ini.

2 Petrus 3:10-14 berkata sebagai berikut, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” Saudara, Tuhan sudah berbicara kepada Petrus bahwa dunia akhirnya akan dihancurkan. Dan itu ditutup dengan Tuhan Yesus sendiri yang ada di sorga, Dia datang khusus kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos dalam kitab Wahyu dan Dia berkata (ini dalam bahasa saya), “Sorry…sorry…terpaksa dunia Aku hancurkan! Dunia akan dihancurkan oleh pembukaan meterai, oleh peniupan sangkakala, oleh penuangan cawan murka Allah. Dunia akan hancur!”.

KURANGNYA PERANAN AYAH

Saudara, ini terjadi 2000 tahun yang lalu! Lalu mengapa Tuhan Yesus berkata demikian setelah Dia perlihatkan kepada Paulus, Petrus dan Dia menutup dengan itu? Sebab Dia sudah tahu bahwa manusia tidak akan melakukan itu.  Sekarang saya mau mengajak Saudara, apakah benar manusia tidak melakukan itu?

Saya ingat bahwa saya mulai berbicara tentang hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya itu pada hari Sabtu, 11 November 2017 di MDPJ (Doa Pengerja). Hari Minggu, 12 November 2017, saya berbicara di JCC tentang hal ini, lalu hari Senin, 13 November 2017 saya melihat koran, tiba-tiba ada tulisan dengan judul, “Peran Ayah Semakin Pudar”. Mengapa dituliskan seperti ini? Ternyata tanggal 12 November ketika saya berbicara di JCC itu adalah Hari Ayah Nasional untuk Indonesia. Dan ini memang sebetulnya juga dicanangkan sejak tahun 2006, tetapi gaungnya minim dan banyak yang tidak tahu, mengapa? Sebab menurut sejumlah kalangan penggiat keluarga, disebutkan bahwa Indonesia sebagai salah satu, “Fatherless Country”, yaitu negeri dengan peran ayah yang sangat kurang. Dan saya percaya bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia seperti ini. Apa akibat kurangnya peranan ayah?

1. Depresi

2. Melambatnya perkembangan mental

3. Rendahnya kemampuan belajar, tawuran anak sekolah

4. Konsumsi alkohol, obat terlarang, obesitas, bunuh diri, korban atau pelaku pelecehan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, perubahan orientasi seksual (LGBT).

5. Tingginya angka putus sekolah

6. Meningkatnya kemiskinan

Saudara, perubahan orientasi seksual (LGBT) ini bukan rahasia lagi begitu cepat prosesnya. Dulu mereka hanya minta diakui bahwa mereka itu ada. Jadi meminta pemerintah untuk mengakui hal ini dan beberapa negara telah mengakuinya. Ternyata tidak hanya cukup di situ, tiba-tiba naik menjadi, “Same sex marriage”, atau perkawinan antar sejenis dari gender dan itu juga diresponi positif dari sebagian negara termasuk Jerman. Saya kaget sebab Martin Luther dan Protestan juga berasal dari Jerman. Baru-baru ini Australia menyetujui juga! Ternyata ini tidak selesai, ada lanjutannya di mana saya menerima ‘Whatsapp’ yang berkata begini, “Di Swedia ada denominasi gereja besar yang baru-baru ini bersidang dengan alot dan memutuskan sebuah keputusan yang mengatakan begini, “Selanjutnya kita tidak boleh menyebut Allah dengan ‘He’ atau ‘Lord’, sebab ‘He’ atau ‘Lord’ itu laki-laki.” Sekarang mau disebut apa? Ketika mendengar itu, hati saya panas! Ini bukan cuma kurang ajar, tetapi itu keadaan manusia hari-hari ini. Ini begitu cepat dan ini karena apa? Karena kurangnya peranan ayah!

Ada penelitian tentang resiko kurangnya peranan ayah yang datanya menyebutkan sebagai berikut:

1. Kemiskinan naik 4x lipat

2. Kematian bayi naik 2x lipat

3. Kehamilan di luar nikah saat remaja naik 7x lipat

4. Menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual naik 7x lipat

5. Obesitas naik 2x lipat

6. Angka putus sekolah naik 9x lipat

7. Konsumsi alkohol dan obat terlarang naik  10x lipat

8. Bunuh diri naik 2x lipat

9. Perilaku agresif dan kekerasan naik 11x lipat

10. Dipenjara karena berbuat kriminal naik 20x lipat

Saudara, itulah keadaan manusia hari-hari ini! Kalau Saudara melihat data ini, jangan dipisahkan misalnya kemiskinan sendiri, kematian bayi sendiri, sebab itu saling mengkait seperti domino yang kait-mengkait. Saya mau katakan kepada Saudara, dari data ini; kemerosotan moral kota Sodom dan Gomora itu bukan apa-apa! Saya ingin bertanya kepada Saudara, “Saudara kalau melihat begini, pesimis atau optimis melihat hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya?” Apa kira-kira ada orang yang bisa melakukan itu? ADA! Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil! Siapakah mereka yang bisa melakukan itu? Saudara semua! Dan saya mau beritahu kepada Saudara, kita yang hidup di akhir zaman ini, kita yang sungguh-sungguh mengikuti Firman Tuhan, kita tidak bakalan melihat bumi dihancurkan, mengapa? Karena kita diangkat! Kita diangkat! Kita diangkat! Amin.

Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

 

 

 

Mempersiapkan Umat yang Layak

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Saudara diberkati dalam doa, pujian dan penyembahan kita pagi ini? Tuhan Yesus itu baik, Dia sungguh baik dan sangat baik kepada kita semua. Amin!

Lukas 1:13-17, “Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Saudara, tema yang Tuhan berikan kepada kita hari-hari ini adalah, “Menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama ke dalam dunia ini, Yohanes diberi tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Yohanes pembaptis berjalan dalam roh dan kuasa Elia, artinya dia tegas! Tidak kompromi terhadap dosa. Dan dia penuh Roh Kudus sejak dalam rahim ibunya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini kita sedang menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua. Dia akan segera datang! Tugas kita adalah untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Dulu, peranan itu diberikan kepada Yohanes Pembaptis, tetapi sekarang untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua itu diberikan kepada gereja-Nya, yaitu Saudara dan saya. Amin!

Saudara, pada waktu itu apa yang Yohanes lakukan?

1.  Membuat orang-orang Israel berbalik kepada Allah mereka.

2. Membuat banyak orang-orang yang pikirannya tidak benar (durhaka) menjadi pikiran-pikiran orang yang benar.

3. Membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

TUGAS GEREJA UNTUK MENYIAPKAN BAGI TUHAN SUATU UMAT YANG LAYAK 

Demikian juga dengan kita, gereja Tuhan hari-hari ini, kita diberikan tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Ada 3 tugas yang Tuhan berikan kepada kita sebagai gereja Tuhan, yaitu:

1.  Gereja diminta untuk membuat banyak orang-orang yang belum percaya menjadi percaya.

2. Membuat orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan, mereka bertobat kembali.

3. Membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Saudara, inilah 3 tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Saya percaya seperti apa yang terjadi pada Yohanes Pembaptis, dia dipenuhi dengan Roh Kudus dan berjalan dalam roh dan kuasa Elia, demikian juga dengan gereja Tuhan. Jika kita mau dipakai oleh Tuhan untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya, maka:

1. Gereja Tuhan harus dipenuhi Roh Kudus. Kita harus penuh Roh Kudus!

2. Gereja Tuhan harus berjalan dalam roh dan kuasa Elia. Artinya, tegas! Tidak ada kompromi terhadap dosa, terhadap daya tarik dunia, terhadap sifat kedagingan. Amin!

I. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak orang-orang yang belum percaya bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus

Saudara, Amanat Agung Tuhan Yesus jelas ditujukan kepada kita, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20) Kalau kita melakukan ini, Tuhan akan menyertai Saudara dan saya sampai kepada akhir zaman. Haleluya!

Dan kepada gereja kita Tuhan memberikan alat untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu RESTORASI PONDOK DAUD yang merupakan DNA gereja kita yaitu sebagai alat untuk menuai jiwa-jiwa. Kalau Saudara membaca Kis 15:15-18, di situ dengan jelas dikatakan bahwa yang merestorasi Pondok Daud adalah Tuhan sendiri. Untuk apa? Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semua ini,… (Kis 15:17). Tuhan merestorasi Pondok Daud supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran!

RESTORASI PONDOK DAUD

Sepanjang 25 tahun pertama, Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud, yaitu berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Kita telah lakukan dengan membuat menara doa dan hidup intim dengan Tuhan. Lalu Tuhan mulai bukakan hal-hal apa yang harus kita lakukan supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran sbb:

• Tahun 1993

Berarti 5 tahun setelah gereja ini ditanam oleh Tuhan, Tuhan berikan Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”

Pada waktu itu saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, ini maksudnya apa?”. Dan Tuhan mulai membimbing, “Kamu harus membuka gereja baru. Dimulailah waktu itu membuka gereja baru.”

•  Tahun 1996

Ketika saya membaca buku dari Peter Wagner, ada satu kalimat yang menjadi rhema buat saya. Kalimatnya berkata begini, “Penginjilan yang paling efektif yaitu dengan cara membuka gereja baru.”

Wow! Itu masuk ke dalam pikiran saya terus, “Buka gereja baru….buka gereja baru…! Bagaimana caranya, Tuhan?”. Dan Tuhan tuntun, “Kamu kan punya Family Altar (FA yang sekarang adalah COOL), kamu ambil saja 3 FA menjadi 1 gereja, 5 FA jadi 1 gereja, 7 FA menjadi 1 gereja, 10 FA menjadi 1 gereja.” Dan saya lakukan itu. Apa yang terjadi? Dalam tempo kurang dari 2 tahun, sekitar 200 gereja ditanam! Saudara bertepuk-tangan sekarang, tetapi saya waktu itu bukan diberi tepuk tangan, tetapi banyak dimaki-maki orang. Tapi sudahlah, itu semua proses, tidak apa-apa.

• Tahun 2002

Salah satu pendoa syafaat kita yang bernama Ibu Briggita, dia mendapat penglihatan tentang saya berada di sebuah stasiun dengan memakai jas ini yang berarti saya sedang tugas. Tiba-tiba ada suara, “Change destination!...Change destination!...”. Lalu itu disampaikan kepada saya dan saya mendapat pengertian, “Wah, ini ada perubahan arah dari pelayanan saya.” Dan ternyata benar! Tidak lama setelah itu apa yang terjadi? Kemuliaan Tuhan seperti yang dituliskan dalam Yohanes 17, yaitu kemuliaan Tuhan yang membuat kita jadi satu itu turun ke atas saya. Mungkin Saudara bertanya, “Pak Niko merasakan apa?”. Yang saya rasakan adalah tekanan-tekanan! Tekanan itu terjadi dalam pelayanan dan hidup saya yang rasanya saya tidak tahan. Saya datang kepada Tuhan, “Tuhan, ampuni saya….saya tidak tahan, Tuhan. Ini apa? Ada apa, Tuhan? Ada apa?”. Dan Tuhan menjawab, “Niko, selama ini Aku lihat, kamu sombong! Kamu arogan!”. Wah, saya tidak mau berdebat dengan Tuhan. Tidak ada orang yang merasa dirinya sombong, “Saya tidak sombong, saya ini rendah hati”, itu menurut kita sendiri, tetapi Tuhan waktu itu jelas, mungkin karena saat itu suksesnya luar biasa dalam menanam gereja yang begitu cepat pertumbuhannya sehingga saya tidak sadar bahwa saya sombong dan arogan. Lalu Tuhan berkata, “Sekarang Aku berikan kamu 2 tugas. Yang pertama, turunkan nama gerejamu yang kamu bangga-banggakan selama ini. Dan yang kedua, kamu datang kepada gereja-gereja dan hamba-hamba Tuhan untuk minta maaf”. Saya lakukan dengan segenap hati. Betul-betul tidak ada motivasi lagi saya lakukan sampai dengan hari ini. Apa yang terjadi? Waktu itu tiba-tiba roh rekonsiliasi turun di Indonesia, baik antara saya dengan mereka maupun di antara mereka. Dan di tengah-tengah rekonsiliasi, apa yang terjadi? Roh doa turun melanda Indonesia! Dimulailah transformasi untuk Indonesia terjadi! Saudara, kalau kita melihat dari Yohanes 17, jelas bahwa unity itu adalah faktor utama untuk terjadinya penuaian jiwa besar-besaran.

• Tahun 2006

Tuhan mulai berikan pelayanan tentang “Healing Movement”. Saudara, Healing Movement yang kita lakukan sampai sekarang ini sudah 11 tahun.

KKR  di Salatiga merupakan yang ke-290 kali! Sudah bukan rahasia lagi bahwa melalui pelayanan ini banyak orang-orang yang bertobat, banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Melalui pelayanan ini, baik yang di lapangan maupun yang di rumah-rumah melalui siaran televisi, ada banyak dampak yang seperti itu, yaitu banyak orang-orang yang bertobat dan disembuhkan Tuhan!

• Tahun 2013

Gereja kita berumur 25 tahun dan pada waktu itu kita merayakannya di Yerusalem. Saat itulah Tuhan menyempurnakan arti daripada Pondok Daud. Jadi definisi Pondok Daud setelah 25 tahun atau memasuki 25 tahun kedua adalah prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Dan bukan kebetulan di tahun 2013 Tuhan berbicara kepada saya bahwa Tuhan sudah mulai mencurahkan Roh-Nya secara luar biasa dan Pentakosta ke-3 mulai terjadi!

Saudara, kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3! Kita sedang memasuki penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Ada berapa banyak yang mau dipakai Tuhan? Saudara, kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa. Artinya, kita harus keluar sebagai pemenang! Dan mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam, yang artinya intim dengan Tuhan. Karena kita intim dengan Tuhan, maka kita akan keluar sebagai pemenang! Karena intim dengan Tuhan, maka kita akan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini! Dan kalau itu dilakukan maka akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Amin!

II. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan bertobat dan kembali melakukan kehendak Tuhan

Kalau kita membaca Wahyu 2 dan 3, itu pesan Tuhan kepada 7 gereja-Nya. Ini bukan berarti pesan Tuhan hanya kepada 7 gereja pada waktu itu saja, karena 7 gereja ini berbicara tentang gereja sepanjang masa, termasuk gereja masa kini, yaitu kepada Saudara dan saya. Amin!

Di situ Tuhan Yesus berpesan dan menunjukkan apa yang Dia suka dan apa yang Dia tidak suka. Itu adalah pesan kepada gereja, berarti kepada orang-orang Kristen yang ternyata pada waktu itu cukup banyak orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan Tuhan katakan, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat. Dan barangsiapa menang (artinya melakukan apa yang Tuhan Yesus suka), hanya pemenang-pemenang ini yang masuk Sorga!”. Amin!

MENJADI SEORANG PEMENANG

Saudara dengar baik-baik, jangan diombang-ambingkan dengan pengajaran-pengajaran yang lain. Saudara harus berpegang pada pengajaran, “Hanya para pemenang yang masuk Sorga!”.

Apakah Saudara mau menjadi pemenang? Ini yang Tuhan Yesus katakan tentang pemenang:

1. Orang yang memiliki kasih yang mula-mula.

Saudara harus cek setiap hari, “Kasihku kepada Tuhan apakah seperti dulu pada waktu aku baru bertobat?”. Yang begitu bergairah dengan Tuhan, bergairah membaca Alkitab, bergairah berdoa dan memuji  Tuhan. Apakah masih seperti itu? Saudara harus cek, sebab pemenang adalah seperti itu.

2. Bukan orang yang suam-suam kuku

3. Bukan orang yang mati rohani

Saudara, definisi dari suam-suam kuku dan mati rohani adalah sebagai berikut:

- Mati rohani : Secara lahiriah tampaknya mereka hidup dan aktif serta memiliki keberhasilan dan kerohanian yang baik. Bisa jadi memiliki penyembahan yang menarik tapi bukan dari kuasa dan kebenaran Roh Kudus. Saya berdoa, tidak ada seorang pun di sini yang mati rohani. Orang yang mati rohani tidak ada yang tahu, seperti biasa saja, duduk di gereja tetapi sesungguhnya keadaannya seperti itu. Tetapi saya percaya di sini tidak ada yang seperti itu. Amin!

- Suam-suam kuku : Orang Kristen yang hidupnya berkompromi dengan dunia dan sama dengan orang dunia. Kristen tetapi kerohaniannya payah.

Kalau punya kriteria seperti ini artinya adalah orang yang kalah dan bukan pemenang. Saya pernah sangat kaget ketika mendengar laporan hasil riset dari Barna Research Group. Yang melaporkan adalah presiden-nya yang bernama George Barna. Ini sebetulnya penyelidikan 40 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1977 di Amerika Serikat. Ada sebuah penelitian yang komprehensif di mana mereka membandingkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan tingkah laku orang percaya dan yang tidak percaya. Apa hasilnya?

Hasilnya adalah sebagai berikut:

“Sangat sulit bagi orang yang belum percaya untuk memahami kekristenan, karena hanya ada sedikit orang-orang Kristen lahir baru yang meneladani iman yang Alkitabiah. Pengetahuan Alkitab orang-orang Kristen lahir baru adalah kombinasi dari unsur-unsur Alkitab dan hikmat dunia yang dicampur menjadi bubur teologi yang menjijikkan!”.

Saya boleh bertanya kepada Saudara? Menurut Saudara, apakah sekarang lebih baik? Saya percaya TIDAK! Ini menyedihkan, karena itu adalah tugas daripada gereja, yaitu Saudara dan saya untuk membuat orang-orang Kristen yang tidak sesuai hidupnya dengan firman Tuhan itu kembali dan bertobat, mereka kembali kepada jalan yang benar. Amin!

 4. Pemenang itu adalah orang yang tidak meninggalkan iman yang Alkitabiah. Dia mengikuti dan berjalan sesuai dengan firman Tuhan.

5. Para pemenang adalah mereka yang tidak bersikap toleran kepada para pemimpin termasuk gembala, pendeta, guru, pekerja awam yang amoral.

Pada waktu itu ada ajaran Nikolaus, Bileam, Izebel dan ada yang toleran, “Ah, tidak apa-apa, ikuti saja.” Hati-hati sebab itu diperhitungkan! Orang yang toleran itu bukan pemenang, tetapi kalau pemenang akan berkata, “Wah, aku tidak mau ikut dia. Memang namanya pendeta, tetapi dia amoral, hidupnya tidak benar!”.

6. Pemenang adalah orang yang tidak menukar kerohanian yang sejati, yaitu kekudusan, kebenaran, hikmat rohani dengan kesuksesan secara duniawi.

Bukan rahasia lagi apalagi hari-hari ini, banyak orang yang menukar kesuksesan secara duniawi dengan kekudusan dan kebenaran. “Oh, tidak apa-apa tidak hidup kudus, tidak hidup benar sesuai Firman, tidak apa-apa. Pokoknya sukses secara duniawi!”. Ini bukan pemenang! Tetapi saya percaya, Saudara semua di tempat ini yang keluar sebagai pemenang

III. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Apa yang dimaksudkan dengan hati bapa berbalik kepada anak-anaknya? Sesuai dengan perkataan Paulus dalam Efesus 6:4, Kolose 3:21 dan juga perintah Allah dalam banyak Perjanjian Lama, bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya mereka hidup berkenan kepada Allah. Tadi pagi ada 4 anak yang diserahkan di sini. Saya selalu berdoa setiap kali menyerahkan anak-anak, “Tuhan, berikan hikmat kepada orang tua supaya mendidik anak-anak ini untuk selalu takut kepada-Mu.” Sebab ini penting! Sesuai dengan Alkitab katakan bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya hidupnya berkenan kepada Allah. Untuk itu apa yang harus dilakukan?

1. Orang tua harus mengajar, menegur anak-anaknya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

2. Orang tua harus menjadi teladan melakukan hal yang sesuai dengan iman yang Alkitabiah.

3. Orang tua harus memprioritaskan untuk keselamatan kekal anak-anaknya dibanding pekerjaan, profesi, pelayanan di gereja atau kedudukan sosial.

Saudara yang dikasihi Tuhan, bayangkan saat mendidik anak-anaknya, Saudara bertanggung-jawab supaya anak-anaknya masuk Sorga itu lebih daripada profesi, pekerjaan, bahkan pelayanan di gereja juga kedudukan sosial. Jadi, betapa pentingnya ini di hadapan Tuhan!

Kalau dikatakan tadi supaya hati bapa berbalik, artinya selama ini mereka tidak melakukan. Artinya, “Ayo, kembali kepada firman yang Aku telah tunjukkan tuntunannya, yang kamu tidak melakukan. Berbalik! Berbalik!”.

NASEHAT TUHAN BAGI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DALAM KEBENARAN

Tuhan berkali-kali di sepanjang masa melalui hamba-hamba-Nya memperingati agar orang tua mendidik dan mengajar anak-anak mereka di dalam kebenaran. Katakan bersama saya, “Berkali-kali! Berkali-kali! Berkali-kali!”. Ini penting! Sebab kadang-kadang banyak yang berkata, “Apa itu? Allahnya orang Kristen di Perjanjian Lama itu Allah yang kejam.” Berarti tidak pernah membaca Alkitab Perjanjian Lama. Saudara bisa lihat bahwa sebelum Tuhan memutuskan untuk menghukum, biasanya berkali-kali melalui hamba-hamba-Nya, nabi-nabi-Nya yang terus memberikan peringatan. Terus dan terus! Allah kita bukan Allah yang kejam, tetapi Allah yang mengasihi kita. Amin!

1. Ulangan 6:6-7, Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaringndan apabila engkau bangun.

Di situ perintah Tuhan adalah orang tua harus mengajarkan Firman Allah kepada anak-anaknya berulang-ulang. Membicarakan waktu duduk di rumah, dalam perjalanan, waktu berbaring atau bangun. Berarti ini sesuatu yang serius sekali! Apakah kira-kira para orang tua melakukan seperti ini dulu?

2. Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

3. Tetapi kemudian kalau kita lihat, hampir 1.000 tahun jaraknya dari Ulangan 6:6-7 tadi lalu ada Maleakhi 4:5-6 yang merupakan ayat terakhir dari Perjanjian Lama yang berbunyi, Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Saudara, ini adalah peringatan mengenai hari Tuhan, yaitu kedatangan Tuhan Yesus yang pertama maupun yang kedua. Di sini dijelaskan bahwa nanti sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dan kedua, Tuhan akan mengutus Nabi Elia. Pada kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis. Tetapi yang kedua, Tuhan mengutus GEREJA-NYA, yaitu Saudara dan saya!

Saudara, untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapanya, dan kalau ini tidak dilakukan, “Aku akan memukul bumi sehingga musnah! Aku akan hancurkan bumi!”.  Mengapa Tuhan berkata begini? Sebab ternyata dalam kurun waktu 1.000 tahun ini orang tua gagal melakukan kehendak Tuhan itu.

4. Setelah peringatan tersebut kira-kira 460 tahun kemudian pada Lukas 1:16-18 dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis diutus dalam roh dan kuasa Elia.

5. Matius 28:19-20, Tuhan Yesus berkata, “…dan ajarlah mereka melakukan mereka melakukan segala sesuatu seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu…”

6. Efesus 6:4, Kolose 3:20-21, 1 Tim 3:4-5. Itu adalah peringatan-peringatan yang terus Tuhan berikan kepada Rasul Paulus untuk berbicara tentang hal itu.

7. Lalu sampailah kepada 2 Tim 3:1-9. Kita akan membaca 2 Tim 3:1-5, perikopnya adalah: Keadaan manusia pada akhir zaman. Jika Saudara perhatikan, ini adalah tentang keadaan manusia pada akhir zaman. Jadi ternyata Tuhan mulai mengungkapkan keadaan manusia pada akhir zaman itu seperti ini: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita lihat tentang keadaan manusia pada akhir zaman seperti ini, beberapa waktu yang lalu saya pernah berbicara mengenai Generasi Millenial, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Menurut penyelidikan, Generasi Millenial ini adalah generasi yang paling bermasalah. Tetapi 1 hal yang ingin saya katakan dimana banyak Generasi Millenial di tempat ini, “Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara”. Tetapi apa yang mereka tuliskan dari hasil penyelidikan tentang Generasi Millenial ini dan kenapa mereka disebut sebagai generasi yang bermasalah? Disebutkan bahwa generasi ini sulit diatur dan memiliki reputasi sebagai orang-orang yang merasa dirinya itu berhak mendapat perlakuan khusus, narcis, mementingkan dirinya sendiri, tidak fokus, malas, dan seterusnya. Jadi kalau kita lihat, ini memang mirp-mirip dengan keadaan manusia di akhir zaman ini. Tetapi sebetulnya bukan hanya di Generasi Millenial saja, tetapi di semua generasi ada yang seperti ini. Namun kebetulan Generasi Millenial ini yang disorot sehingga hanya Generasi Millenial saja yang disebutkan. Sekali lagi, Tuhan sangat mengasihi Generasi Millenial. Amin!

Menurut penelitian apa yang menyebabkan Generasi Millenial ini mempunyai sifat-sifat yang seperti itu? Alasan pertama yang ditulis di sana adalah ORANG TUA SALAH ASUH! Jadi saya percaya keadaan manusia di akhir zaman seperti ini, pokok pangkalnya adalah orang tua salah asuh!

8. Setelah itu Alkitab membukakan lagi, karena keadaan manusia di akhir zaman seperti itu, maka orang tua gagal lagi. Kemudian Tuhan ungkapkan kepada Petrus dalam 2 Petrus 3:10-14 sbb, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”

Saudara, ternyata Tuhan berbicara kepada Petrus bahwa bumi ini akan dihancurkan. Jadi apa yang Tuhan katakan di Maleakhi bahwa apabila hati bapa tidak berbalik kepada anaknya dan hati anak tidak berbalik kepada bapanya, maka Tuhan akan memukul bumi sehingga musnah. Jadi ternyata Tuhan berkata kepada Petrus bahwa itu benar akan dihancurkan.

9. Dan puncaknya 60 tahun setelah itu, Tuhan Yesus yang ada di Sorga turun menemui Rasul Yohanes, murid yang paling dikasihi-Nya di Pulau Patmos. Dia berkata (ini dalam bahasa saya), “Sorry…sorry…terpaksa bumi Aku hancurkan! Sorry, bumi akan hancur oleh pembukaan meterai, oleh peniupan sangkakala, oleh penuangan cawan murka Allah. Bumi akan hancur!”.

Ternyata bumi dihancurkan, kenapa? Pasti penyebabnya yang tadi, yaitu karena hati bapa tidak berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak tidak berbalik kepada bapa-bapanya.

Saudara, saya mau katakan sesuatu bagi kita yang hidup di akhir zaman ini, kalau kita tidak melakukan perintah Tuhan ini, hati bapa tidak berbalik kepada anak dan anak tidak berbalik kepada bapa, saya mau katakan kepada Saudara bahwa orang yang seperti ini akan melihat bumi dihancurkan. Tetapi sebaliknya, orang yang mengikuti firman Tuhan, di mana hatinya berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anaknya berbalik kepada bapanya (orang tua-nya), mereka yaitu Saudara dan saya tidak akan melihat bumi dihancurkan. Mengapa? Karena kita semua sudah diangkat!

Saudara, saya tahu ini satu “pembukaan yang baru”, walaupun sebetulnya ini sudah lama. Saya ketika membaca apa yang Tuhan berikan ini, hati saya bergetar. Biasanya gereja harus banyak menekankan hal ini:

1. Orang yang tidak percaya harus menjadi percaya

2. Orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh harus jadi sungguh-sungguh. Tetapi sebetulnya ada yang nomor 3, yang setara dengan kedua tadi, yaitu:

3. Hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya.

Saya akan mengajak Saudara untuk berpikir, apa yang menyebabkan mereka menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus? Apa yang menyebabkan orang Kristen hidup tidak karu-karuan? Semua itu karena yang nomor 3 tidak dilakukan! Jadi sebetulnya intinya adalah yang nomor 3, hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya. Saya percaya, kita semua yang ada di tempat ini adalah termasuk orang-orang yang melakukan perintah Tuhan. Kita tidak akan melihat bumi dihancurkan karena kita sudah diangkat!

Kesaksian:

Kesaksian ini baru pertama kalinsaya ungkapkan kemarin di MDPJ. Yang kedua adalah tadi pagi dan ini adalah yang ketiga. Seumur hidup saya belum pernah bersaksi tentang hal ini. Saya adalah 3 bersaudara yaitu saya, lalu adik saya bernama Pak Bernard, dan yang paling kecil Ibu Kristin. Kami bertiga melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Pak Bernard bukan orang yang fulltime di bidang pelayanan ini. Dia adalah seorang businessman, tetapi dia sungguh-sungguh melayani Tuhan. Dan saya tahu semua ini karena orang tua saya. Di keluarga kami yang mulai sungguh-sungguh adalah mama terlebih dahulu baru kemudian papa menyusul. Tetapi kedua orang tua saya ini adalah orang-orang yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

Ada sebuah data yang mengatakan begini:

1. Kalau ibunya sungguh-sungguh, tetapi bapaknya kurang sungguh-sungguh, maka anaknya yang sungguh-sungguh itu sekitar 30%

2. Kalau bapaknya sungguh-sungguh, tetapi ibunya kurang sungguh-sungguh, maka anaknya yang sungguh-sungguh itu sekitar 70%

3. Kalau bapak dan ibunya sungguh-sungguh, maka anak-nya yang sungguh-sungguh itu 100%

Dan itulah yang terjadi pada kami bertiga, termasuk sekarang anak saya dan cucu saya, semua melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Apa yang orang tua saya lakukan terhadap saya? Saya sebetulnya mempunyai kakak, tetapi meninggal pada waktu umur 11/2 tahun. Lalu ibu saya mengandung saya dan dia sangat sayang kandungannya supaya jangan seperti kakaknya. Mendekati kelahiran, dia datang ke sebuah KKR, ada orang bule sebagai pembicaranya. Kemudian tiba-tiba dia mendengar ada altar call dan dia maju sambil memegang perutnya seraya berkata, “Tuhan, anak ini saya serahkan kepada-Mu untuk menjadi hamba Tuhan. Dan biarlah dia menjadi hamba Tuhan yang besar.” Tetapi tiba-tiba sambil tetap berjalan dia berkata lagi, “Oh maaf Tuhan, bukan hamba Tuhan yang besar, hamba Tuhan yang berkenan kepada-Mu”.  Sampailah dia ke depan dan semua ditumpangi tangan oleh pendeta itu, tetapi ketika dia menumpangkan tangan atas ibu saya, tiba-tiba hamba Tuhan itu bernubuat, “Anak yang ada di dalam kandunganmu, akan menjadi hamba Tuhan yang besar.”

Saudara, kesaksian ini saya tidak pernah tahu sampai saya menjadi hamba Tuhan barulah saya mendengar kesaksian ini.

Setelah itu, rupanya Tuhan menyuruh ibu saya menyiapkan saya dan semuanya pasti. Ibu saya adalah orang pertama yang sungguh-sungguh. Pada waktu itu saya ingat bahwa yang dipersiapkan menjadi Pendeta itu bukan saya, tetapi Pak Bernard karena saya nakal dan sebagainya. Mungkin ibu saya berpikir, “Wah, dia tidak cocok menjadi hamba Tuhan.” dan dia lupa akan nubuatan itu. Tetapi yang luar biasa, dia persiapkan saya di mana ketika SD, saya bersekolah di sekolah swasta terbaik di kota saya. Ibu saya memperhatikan dan berpikir, “Wah, ini Niko kalau terus bersekolah di sekolah ini bahaya. Kekristenannya berbahaya. Dia harus dipindahkan.” Tetapi tidak ada Sekolah Kristen, yang ada hanya Sekolah Negeri yang grade-nya itu jauh di bawah. Namun herannya ibu saya memindahkan saya ke sekolah itu supaya kekristenan saya tidak terganggu. Namanya di Sekolah Negeri, waktu itu banyak murid-muridnya yang ‘maaf’ tidak memakai sepatu. Nah, saya pernah ikut-ikutan tidak pakai sepatu. Waktu saya pertama tidak pakai sepatu, dari rumah saya curi-curi dan sepatu saya titipkan lalu saya lari. Namun di tengah jalan mau dekat sekolah tiba-tiba om saya dari mobil menunjuk-nunjuk saya! Lalu diberitahukan ke orang tua saya dan saya disidang serta dimarahi, “Kamu apa-apaan tidak pakai sepatu?”. Saya hanya menjawab, “Ya, teman-teman saya juga tidak pakai sepatu.”  Bayangkan, saya disekolahkan di sekolah yang seperti itu supaya kekristenan saya tidak terganggu.

Kemudian saya mulai masuk SMP serta mulai bergaul dan senang rasanya. Akhirnya apa? Itu mulai mengganggu saya untuk ke Sekolah Minggu karena ada aktivitas Minggu di sekolah. Dengan 1000 macam alasan saya berkata kepada ibu saya untuk tidak Sekolah Minggu. Pertama dibiarkan, tetapi lama-kelamaan ibu saya berkata, “Wah, tidak bisa ini! Kamu kenapa sih tidak mau ke Sekolah Minggu?”. Saya jawab, “Ya habisnya gurunya membosankan.” Saudara tahu apa yang terjadi? Memang ibu saya yang juga mengatur Sekolah Minggu di sana dan dia khusus jadi guru Sekolah Minggu untuk mengajar saya. Tapi memang dasarnya bukan karena itu dan ibu saya melihat, “Wah, Niko ini berbahaya.” Saudara tahu apa yang terjadi? Kelas 2 SMP saya dipindahkan ke kota Malang dan saya di-kostkan di rumah Pendeta. Dan saya masuk di Sekolah Kristen yang ‘maaf’ sekolahnya jelek. Kualitasnya jelek, tetapi kenapa ibu dan ayah saya menaruh saya di sana? Alasannya cuma satu, yaitu karena tiap hari ada kebaktian. Saudara, saya bersekolah yang model-model begini, tetapi puji Tuhan saya bisa menjadi Insinyur di sekuler. Tetapi secara rohani setelah saya ditaruh seperti itu pada waktu SMP, saya mengalami kelahiran baru.

Tetapi ini yang terjadi, perjalanan saya dalam proses keselamatan ini, pada waktu saya sudah lahir baru, yaitu dari justification dan sekarang masuk proses yang kedua, yaitu sanctification (proses pengudusan), di sini masalah. Akibat teman-teman dan bermacam-macam lainnya, itu tidak mulus jalannya. Orang tua saya sudah kewalahan untuk memberitahu saya karena saya menginjak dewasa. Saya tahu mereka pasti berdoa dan berdoa melihat saya, tetapi satu hal yang saya ingat, meskipun saya lihat ada teman-teman saya yang ‘berengsek’ dan macam-macam lainnya, saya tidak menjadi berengsek seperti mereka. Saya mau melakukan seperti mereka pun tidak bisa, kenapa? Karena saya ada ketakutan untuk melakukannya dan Tuhan tetap pegang saya. Dengar apa yang saya mau katakan, kalau Saudara sudah lahir baru, Tuhan tidak gampang-gampang melepas Saudara. Jadi kalau ada orang yang sudah lahir baru, dia sampai murtad, itu namanya kebangetan!

Sampai kepada akhirnya ketika sudah waktu-Nya Tuhan panggil saya yang mana saya selalu menolak ketika dipanggil untuk melayani, akhirnya saya mengalami peristiwa seperti yang sering saya saksikan kepada Saudara, yaitu peristiwa “Ludes…des!”. ‘The first des’, habis semua dan ‘the second des’ ditambahi hutang. Bayangkan, kalau orang miskin itu kan artinya habis semua, tetapi ini minus! Di situ Tuhan hanya berkata, “Ikut Aku!”  dan saya ikut sampai dengan hari ini.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kini kami tiga bersaudara semua sungguh-sungguh melayani Tuhan dan terus sampai kepada anak-cucu. Dan terus saya berjanji, sampai Tuhan Yesus datang saya akan tetap setiap kepada Dia.

Mari kita akhiri dengan membaca 2 bagian yang mana bagian pertama biar dibaca oleh para orang tua atau yang mempunyai anak. Dan bagian yang kedua dibaca oleh anak. Kalau Saudara masih mempunyai orang tua dan telah mempunyai anak, nanti boleh membaca keduanya.

“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar,  bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”  (3 Yohanes 1:4)

 Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo JCC – 12 November 2017

 

Sharing COOL - November 3

ROH KUDUS DICURAHKAN DENGAN DAHSYAT ATAS HIDUP KITA DAN MARKETPLACE

Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus kepada orang percaya supaya dipenuhi Kuasa untuk bersaksi tentang keselamatan dan perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat. Di era pentakosta yang ketiga ini kita akan melihat pencurahan Roh Kudus yang sangat dahsyat sehingga banyak pertobatan, pemulihan dan keselamatan dengan cara-cara yang ajaib, yang belum pernah kita lihat dan pikirkan. Kita akan melihat lawatan Tuhan yang dahsyat di hidup kita, Sekolah, Kampus, mall, pasar, kantor, rumah sakit dll. Mengapa demikian?

Sebab dalam Yohanes 16: 8-15 kita melihat Roh Kudus bekerja sedikitnya dengan 3 cara :

1.  Menginsafkan akan dosa (Yoh. 16:9)

"...akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku."

Manusia pada umumnya sulit untuk mengakui kesalahannya sendiri karena kesombongannya, apalagi mengakui dosa yang diperbuat dan disembunyikan. Roh Kudus  menegur, menasehati, mengingatkan dan menginsafkan orang akan dosa. Roh Kudus akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan untuk membangkitkan kesadaran akan kesalahan dan perlunya pengampunan dosa serta pertobatan yang sungguh-sungguh untuk berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Kis 2:37-38). Kita akan melihat PENUAIAN JIWA TANPA BATAS! Roh Kudus juga membuat orang percaya hidup dalam pertobatan setiap hari serta  berkomitmen untuk hidup kudus, berkenan dan menyenangkan hati  Tuhan.

2.  Menginsafkan akan kebenaran (Yoh. 16:10 )

"... kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi."

Roh kudus membawa setiap orang untuk percaya kepada kebenaran yang sejati di dalam Yesus, menyadarkan orang akan standart kebenaran Allah di dalam Kristus, menunjukkan apa hakekat dosa yang sebenarnya. Sehingga manusia tidak berjalan sesuai dengan kebenarannya sendiri serta melakukan segala sesuatu yang dipandang baik menurut ukurannya sendiri. "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,  Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." (ay. 13).

3.  Menginsafkan akan penghakiman (Yoh. 16:11)

"...akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum."

Roh Kudus juga menginsafkan orang bahwa penghakiman Allah berlaku atas Iblis dan para pengikutnya. Iblis sudah dikalahkan di atas kayu salib (Yoh 12:31; 16:11), dan ada penghakiman Allah atas dunia saat ini (Rom 1:18-32) serta seluruh umat manusia di masa depan (Mat 16:27). Dengan demikian, orang percaya tidak mudah diintimidasi oleh si iblis yang telah dikalahkan dan dihancurkan kuasanya oleh darah Anak Domba. Karenanya Orang percaya harus lebih 'on fire'dan TIDAK TAKUT untuk bersaksi dan memenangkan jiwa-jiwa. Sadar akan adanya penghakiman juga membuat kita hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan serta berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya kali yang kedua.

 

Sharing COOL - November 2

CARI PERKARA DIATAS!

 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:1-3)

Dalam tahun Ayin Chet (5778), kita dibawa untuk memikirkan perkara yang diatas. Mungkin sebagaian besar jemaat COOL tidak mengerti apa yang dimaksud dengan memikirkan perkara di atas, atau memikirkan perkara-perkara Sorgawi. Apakah dengan demikian kita tidak boleh memikirkan tentang soal-soal penghidupan kita di bumi?

Dalam beberapa terjemahan, Kolose 3:1 memiliki beberapa terjemahan yang menarik. Misalnya Bible in Basic Engslish (BBE) :  give your attention to the things of heaven, atau set your hearts on the things that are in heaven (GNB) dan focus on the things that are above (God’s Word). Dengan demikian dapat kita tarik sebagai pembelajaran bahwa mencari perkara diatas berarti :

1.  Menaruh perhatian kita pada perkara sorgawi.

Untuk dapat menaruh perhatian kita pada perkara rohani maka kita harus untuk menetapkan hati kita pada hal-hal yang Sorgawi. Kita harus sadar bahwa hidup kita ini bukan senantiasa perkara duniawi atau lahiriah semata. Benar kita perlu uang, membangun karier, menjadi sukses, namun kehidupan di dunia ini hanya sementara, sedangkan hidup di dalam sorga atau neraka itu kekal selama-lamanya. Mengapa kita menghabiskan hampir seluruh hidup kita (waktu, tenaga, perhatiaan) pada perkara yang sementara dan akan lenyap begitu saja, tapi kita tidak pernah atau kurang menaruh perhatian pada hal yang sifatnya kekal selama-lamanya?

2.  Banyak memikirkan hal rohani.

Coba periksa dengan jujur, berapa lama dalam sehari kita memikirkan tentang hal-hal yang rohani? Kita memikirkan apa yang akan terjadi setelah kehidupan? Kemana saya seandainya bumi dan langit yang sekarang ini lenyap? Kalau saya mengalami kematian, dimana saya akan berada? Sorga atau Neraka? Apakah kehidupan saya sudah berpadanan dengan Firman TUHAN? Apakah kehidupan saya menyenangkan hati TUHAN YESUS?

Ataukah selama ini kita hanya dipusingkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Pekerjaan, usaha, pendidikan, rumah tangga dan perkara sehari-hari semata? Mulailah membangun sebuah disiplin rohani dalam mempererat hubungan dengan TUHAN YESUS. Bangun komunikasi yang berkualitas dengan TUHAN YESUS melalui doa, pujian dan penyembahan serta membaca dan merenungkan Firmna TUHAN.

3.  Meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN.

Hidup kita sebagai manusia penuh dengan warna. Berbagai situasi dating silih berganti. Baik suka maupun duka, bahagia maupun air mata. Yang terutama tentu bukanlah apa yang terjadi dalam hidup kita melainkan bagaimana kita meresponinya.

Orang yang mencari perkara diatas, meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN. Contoh :

a.  Daud saat ditegor TUHAN akan dosanya (2 Sam 12)

b.  Pesan TUHAN YESUS kepada 7 (tujuh) jemaat dalam Wahyu 2 dan 3. Yang ditujukan bukan hanya untuk masa lalu saja melainkan juga untuk gereja masa kini.

Jika kita ingin mengalami dimensi yang baru di tahun Ayin Chet (5778), suatu dimensi yang melampaui dimensi yang lahiriah (jasmaniah), kita harus mencari perkara diatas : Menaruh perhatian kita pada perkara rohani, Banyak memikirkan hal-hal yang rohani dan meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN.