Sharing Supplemen COOL - Oktober 3

New Season, New Blessing

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” (Yesaya 43:19)

Ayat Bacaan kita merupakan bagian dari pasal-pasal yang ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. pasal-pasal ini penuh dengan penyataan nubuat mengenai Mesias yang akan datang dan kerajaan-Nya di bumi kelak. Allah menyatakan nubuat ini untuk memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel, 150 tahun sesudah zaman Yesaya (lih. Yes 39:5-8).

Belajar dari pengalaman Bangsa Israel yang tertawan dan mengalami pembebasan, 2 (dua) hal yang dapat kita pelajari dalam memasuki musim yg baru:

1.   Tinggalkan Cara Hidup Lama "Tanpa Tuhan".

Hukuman pembuangan bagi Israel telah berakhir oleh inisiatif Allah (ayat 14). Ia membebaskan Israel sebab Israel milik kepunyaan-Nya. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah Yang Mahakudus, Raja Israel (Yes 43:15). Allah memulihkan keadaan Israel sehingga hubungan antara Israel dan Allah menjadi baru kembali (ayat Yes 43:19). Pembaruan hubungan itu digambarkan sebagai hal yang aiaib seperti jalan di padang belantara, sungai-sungai di belantara, dan air yang memancar di padang gurun. Hasilnya umat Allah akan memuliakan nama-Nya (ayat 20).

Memasuki Ayin Chet (5778), mari kita tinggalkan cara hidup lama kita yang tanpa Tuhan, hidup yang 'memberontak' atau tidak taat terhadap perintah Tuhan. Bagi yang belum menerima Tuhan Yesus secara pribadi dalam hidupmu, ini saat yang tepat untuk bertobat, mengakui segala dosa, percaya kepada Yesus dan menerima DIA sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Lahir Baru).

Bagi yang sudah percaya dan lahir baru namun tidak hidup sungguh-sungguh sesuai Firman, saatnya tinggalkan cara hidup kita yang 'tanpa Tuhan' artinya percaya pada Tuhan tapi tidak pernah menyertakan Tuhan dalam hidup, hidup sembrono seakan-akan Tuhan tidak ada bersama kita.

2.   Musim Yang Baru, Tuhan Menyediakan Berkat Yang Baru.

Sama seperti halnya Umat Israel akan menerima "sesuatu yang baru" (Yes 43:19) saat Tuhan membebaskan mereka, demikian juga kita masa sekarang ini yang meninggalkan cara hidup lama yang tanpa Tuhan, kita akan memasuki musim yang baru dengan pengampunan, berkat, pemulihan, dan kehadiran Allah; dengan demikian kita akan memuji-muji Allah (Yes 43:21).

Cara hidup lama yang tanpa Tuhan menghasilkan hajaran-Nya. Hajaran-Nya terhadap setiap anak-Nya yang melanggar firman-Nya adalah hajaran kasih. Bila hajaran itu terasa menyakitkan sehingga menimbulkan tetesan air mata pertobatan, jangan sia-siakan belas kasih-Nya. Bertobatlah dan nikmati kembali anugerah dan kemurahan-Nya.

Selamat memasuki musim yang baru dengan berkat yang baru dari Tuhan : PENGAMPUNAN, PEMULIHAN DAN KEHADIRAN TUHAN DALAM HIDUP KITA. Amin

Sharing Supplemen COOL - Oktober 2

HIDUP DALAM KEINTIMAN DENGAN YESUS (Bag.2)

Lukas 10:38-42

Catatan:

Ini adalah bagian kedua dan terakhir dari 2 (dua) bahan sharing supplement yang bersambung. Mohon membaca dan mempelajari kedua artikel ini secara menyeluruh agar mendapat gambaran besarnya. Tuhan Yesus memberkati.

Kita telah mempelajari kehidupan Marta dalam sharing kita sebelumnya.  Minggu ini kita akan membahas mengenai Maria. Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga bagi kita semua.

Minggu lalu kita kita telah belajar bahwa dalam perjalanan-Nya keliling memberitakan Kerajaan Surga dan menyerukan pertobatan sambil melakukan kebaikan-kebaikan, pada hari itu Yesus datang ke sebuah rumah yang memang suka dikunjungi-Nya. Rumah itu terletak di desa Betania dekat Yerusalem, yaitu rumah Lazarus dan kedua saudara perempuannya, yaitu Marta dan Maria, di Betania.  Ketiga orang bersaudara itu dikenal sebagai sahabat dan pengikut Yesus. Kita tentunya dapat membayangkan bagaimana Yesus ramai-ramai duduk di meja makan sambil bercerita mengenai kasih Allah dan sebagainya.

Dalam kesempatan ini marilah kita menyoroti Maria dan pertumbuhan imannya.

Maria artinya adalah "kegembiraan". Dari peristiwa yang tercatat dalam Lukas 10:38-42 dan teks lainnya kita menemukan pribadi Maria sebagai berikut:

1. Memilih pribadi TUHAN sendiri

Lukas 10:42 mencatat: "tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."  Sikap yang Maria tunjukkan:

a.       Maria lebih tertarik dengan pribadi TUHAN daripada pekerjaan pelayanan.

b.      Ketertarikan kepada pribadi TUHAN-lah yang membuat Maria selalu mendekat dan mendengarkan perkataan-Nya.

c.       Mengenal pribadi TUHAN/Firman-Nya adalah segala-galanya bagi Maria; TUHAN adalah yang terbaik bagi dirinya.

d.      Yesus berkata bahwa Maria telah mengambil bagian yang terbaik, oleh karena pribadi Yesus adalah bagian yang terbaik bagi setiap orang percaya.

2. Mempersembahkan yang terbaik yang ia miliki kepada TUHAN

Yohanes 11:2 mencatat bahwa Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki TUHAN dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya (baca juga Yohanes 12:3). Apa yang membuat Maria melakukan hal ini?

a.       Jamahan TUHAN dalam hidup membuat seseorang tahu yang terbaik yang harus dipersembahkan bagi TUHAN.

b.      Seseorang yang tahu menghargai, akan memberi yang terbaik bagi TUHAN.

c.       Maria sangat menyayangi TUHAN Yesus.

3. Kerendahan hati dengan tersungkur di kaki TUHAN

Yohanes 11:32-33 mencatat ketika Yesus tiba di lokasi dimana Lazarus dimakamkan, Maria menyambut-Nya dengan tersungkur di hadapan-Nya.  Dan bukan hanya tersungkur, tetapi hati yang melekat kepada TUHAN-lah yang akhirnya menyentuh hati Kristus.  Maria menyembah Yesus sebagai TUHAN, dan ia juga menyentuh hati Kristus dengan imannya.  Inilah juga yang membuat Yesus tergerak dan merasakan kerendahatian Maria.

4. Penghargaan kepada TUHAN oleh karena Dia beri pengampunan dosa

Lukas 7:37-38 mencatat bahwa Maria bukanlah orang yang bersih hidupnya.  Alkitab mencatat ia adalah perempuan yang berdosa.  Namun TUHAN mengampuni Maria sehingga ia kini memiliki kesempatan dan pengharapan yang baru. Maria memberi penghargaan yang sangat besar kepada Yesus oleh karena pengampunan dan kasih karunia yang Ia beri.  Maria menghargai anugrah keselamatan dari TUHAN.

Apakah yang TUHAN berikan kepada orang-orang yang bertindak dan berlaku seperti Maria?  Markus 14:9 mencatat: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." TUHAN mengingat dan membanggakan apa yang diberikan kepada-Nya.

Maria melakukan yang terbaik oleh karena fokus Maria adalah pribadi Tuhan Yesus sendiri.  Mari kita juga melakukan hal yang sama kepada Dia yang mengampuni kita, memberi kesempatan dan pengharapan yang baru, dan sudah begitu mengasihi kita. Amin.

Sharing Supplemen COOL - Oktober 1

HIDUP DALAM KEINTIMAN DENGAN YESUS (Bag.1)

Lukas 10:38-42

 Catatan:

Ini adalah bagian pertama dari 2 (dua) bahan sharing supplement yang bersambung. Mohon membaca dan mempelajari kedua artikel ini secara menyeluruh agar mendapat gambaran besarnya. Tuhan Yesus memberkati.

Kita akan mempelajari dan membandingkan kehidupan dua orang, yaitu Marta dan Maria, di dalam hal melakukan kehendak TUHAN.  Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga.

Dalam perjalanan-Nya keliling memberitakan Kerajaan Surga dan menyerukan pertobatan sambil melakukan kebaikan-kebaikan, pada hari itu Yesus datang ke sebuah rumah yang memang suka dikunjungi-Nya. Rumah itu terletak di desa Betania dekat Yerusalem, yaitu rumah Lazarus dan kedua saudara perempuannya, yaitu Marta dan Maria, di Betania.  Ketiga orang bersaudara itu dikenal sebagai sahabat dan pengikut Yesus. Kita tentunya dapat membayangkan bagaimana Yesus ramai-ramai duduk di meja makan sambil bercerita mengenai kasih Allah dan sebagainya.

Dalam kesempatan ini marilah kita menyoroti Marta dan pertumbuhan imannya.

Dalam bahasa Aram, “Martha” berarti “Nyonya”.  Karakter pribadinya memang cocok dengan perannya sebagai seorang ‘nyonya rumah’. Dialah yang menyambut Yesusdi rumahnya (Lukas 10:38), sebagai nyonya rumah.Injil Lukas menggambarkankan diri Marta sebagai seorang perempuan yang sibuk memberikan pelayanan dalam rumahnya, barangkali untuk menyiapkan makanan dan minuman dan tentunya kebutuhan-kebutuhan lain dari para tamu.

Namun, seperti kita akan lihat, peristiwa ini akan memberi pelajaran sangat berharga kepada Marta, dan tentunya juga pelajaran bagi kita semua.

1. Marta sibuk dengan dirinya (Prioritas yang salah)

Lukas 10:40 mencatat: "sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.""  Perhatikanlah apa yang Marta lakukan dan perkataannya.  Ini mencerminkan gaya, karakter dan prioritas hidupnya:

a.       Marta tidak bisa keluar dari kesibukannya.

b.      Terjebak dengan target pribadinya; harus begini-begitu, harus sesuai keinginannya.

c.       Kuatir jika kurang enak atau kurang berkenan, akhirnya malah menyusahkan diri.

d.      Fokusnya hanya apa yang dikerjakan.

e.       Kehilangan bagian dan momen yang terbaik.

f.       Memusingkan diri dengan hal-hal yang kecil.

g.       Kehilangan kesempatan untuk menerima dan mengetahui kehendak Tuhan yang terbaik.

2. Marta kurang tulus (Minta Yesus supaya memerintahkan Maria membantu)

Lukas 10:41 mencatat: "Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,"  Sekalipun melayani Yesus, tetapi ternyata begitu ada tantangan, ketidaktulusan-nya terlihat:

a.       Ia “sibuk sekali melayani” tetapi dia tidak mengetahui kehendak TUHAN atas dirinya; mana yang seharusnya menjadi lebih prioritas dalam hidupnya.

b.      Ia melakukan protes/complaint kepada TUHAN, dengan berkata “tidakkah Engkau peduli”

c.       Ia ingin mengganggu Maria yang telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan menyuruh TUHAN untuk membantu dia dalam kesibukan dia dengan berkata “suruhlah dia membantu aku”.

3. Marta kehilangan momen yang terbaik

Lukas 10:42 mencatat: "tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."  Dalam momen ini ada Marta hadir, tetapi hanya satu nama, yaitu Maria, yang saja yang disebut oleh Yesus sebagai memilih dan pasti akan memperoleh yang terbaik. Apa yang Maria lakukan yang menjadi pembelajaran bagi kita:

a. Bersekutu dengan TUHAN itu moment yang terbaik.

b. Mendengarkan perkataan TUHAN itu momen terbaik.

c. Mendapatkan sesuatu dari Firman itu momen.

d. Mengerti kehendak TUHAN itu momen yang terbaik.

4. Marta mengunakan logika mengukur mujizat TUHAN

Yohanes 11:23-25 mencatat terjadi adanya argumentasi antara Marta dan Yesus mengenai kematian dan kebangkitan Lazarus.  Yesus meyakinkan Marta bahwa Lazarus, saudara lelaki Marta dan Maria, akan bangkit sekarang dan bukan nanti.  Namun Marta berargumentasi bahwa Lazarus akan bangkit pada akhir zaman.  Bahkan ketika Yesus mau melakukan mujizat, Marta masih berargumen bahwa Lazarus sudah berbau, badannya sudah hancur.  Secara logika tidak mungkin dibangkitkan.  Tetapi Yesus mematahkan semua argumen yang berdasarkan logika tersebut dan mujizat kebangkitan terjadi. Haleluya!

Hal-hal penting yang bisa ambil dari sikap Marta dan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita:

1.      Jangan menyibukkan diri untuk hal-hal yang sementara (Lukas 10:41)

Apa yang kelihatan di dunia ini hanya sementara (baca 2 Korintus 4:18). Karena itu adalah dan tidak bijaksana jika kita habiskan segala sesuatu, waktu, tenaga, talenta dan harta hanya untuk hal-hal sementara dan bukan untuk yang kekal (bacalah Efesus 5:15-17). TUHAN Yesus akan mencerca kita di akhir zaman, jika kita hanya mengutamakan sesuatu yang fana dan sementara (Yohanes 6:27).

2.      Miliki prioritas yang benar (Lukas 10:42)

Kesibukan Marta dicerca oleh TUHAN karena tidak dapat memprioritaskan sesuatu. Alkitab menganjurkan kita untuk hidup mengutamakan apa yang penting (Matius 22:36-37). Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memprioritaskan sesuatu (Matius 6:33).  Marta hanya tertarik pada apa yang dilakukan, bukan apa yang TUHAN kehendaki. Ingatlah, kita hidup hari ini untuk melakukan apa yang TUHAN kehendaki.

 

 

 

 

AYIN CHET (5778) Permulaan yang Baru

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Hari ini adalah hari yang berbahagia buat kita semua. Pada hari ini kita memperingati bersama-sama ulang tahun gereja ini. Tanggal 4 September 2017, gereja kita tepat berusia 29 tahun. Saya mengucapkan, “Selamat ulang tahun yang ke-29 buat Saudara. Saudara diberkati berlimpah-limpah-limpah-limpah!”. 

Saudara, tanggal 4 September 29 tahun yang lalu itujatuh pada hari Minggu, dan tahun ini jatuh pada hari Senin. Kalau boleh saya tahu berapa diantara kita yang pada 29 tahun yang lalu datang pada kebaktian pertama tersebut? Saudara, ini sesuatu yang luar biasa, dimulai dengan satu gereja di Karsa Pemuda, dalam waktu 29 tahun sudah berkembang menjadi sekitar 950 gereja. Dari 400 orangsekarang sudah lebih dari 250.000 orang. Dan COOL nya sekitar 6.000 kelompok sel hari-hari ini. Belum lagi jaringan-jaringan di dalam negeri maupun di luar negeri, Tuhan memang terus menuntun gereja ini dan kita bersukacita serta berterima kasih kepada Tuhan. Semua ini karena Tuhan. Saya bersama semua termasuk yang awal-awal, kita semua tidak ada apa-apanya. Kita camkan baik-baik, semua karena Tuhan Yesus!

Saudara, memasuki bulan September ini selain merayakan ulang tahun yang ke-29 dari gereja ini, tetapi memasuki bulan September ada sesuatu yang luar biasa juga, yaitu dari tgl 21 September 2017 – 9 September 2018; kalender orang Ibrani memasuki tahun 5778. Mereka sebutkan dengan Tahun Ayin Chet (78).  70 itu berbicara tentang sebuah mata, yaitu mata Tuhan.

Kalau Saudara membaca dari Mazmur 33:18 dan Mazmur 32:8, di situ dikatakan, “Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia dan kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.” Ada berapa banyak diantara Saudara yang takut akan Tuhan? Ada berapa banyak diantara Saudara yang berharap hanya kepada kasih setia-Nya? Berarti mata Tuhan tertuju kepada kita semua. Dia mau memberikan nasehat, Dia mau mengajar, Dia mau menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Ada berapa banyak diantara Saudara yang mau diajar Tuhan? Mau dinasehati? Mau ditunjukkan jalan yang harus ditempuh?

Saudara, ini hanya bisa kita mengerti kalau mata kita tertuju kepada Dia. Saya percaya orang yang takut akan Tuhan, orang yang berharap kepada kasih setia-Nya, pasti matanya akan selalu tertuju kepada Dia. Amin!

TAHUN AYIN CHET (5778)

Saudara, Tuhan akan menuntun kita melalui Chet atau angka 8 tadi. Saudara, angka 8 ini adalah:

1. Permulaan Yang Baru

Angka 7 adalah angka tertinggi, sehingga angka 8 ini bisa disamakan dengan angka 1, yaitu angka awal permulaan yang baru. Nah, ini adalah pesan-pesan Tuhan buat kita memasuki permulaan yang baru:

- 2 Kor 5:17, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Saudara yang sudah ada di dalam Kristus, adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Karena itu kita tidak boleh lagi menggunakan sifat yang lama kita, yaitu sifat kedagingan.

Dari Galatia 5:19-21 dikatakan, “Perbuatan daging telah nyata: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya ini kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Saya berdoa, pesan Tuhan buat kita semua, “Tanggalkan sifat lama kita!”. Mungkin ada diantara kita yang masih mempertahankan itu, hari ini kita diingatkan kembali, “Tanggalkan itu!”. Karena kalau kita terus melakukan hal itu, kita tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi saya percaya jemaat di tempat ini semua termasuk dalam Kerajaan Allah. Kita akan bersama-sama Tuhan Yesus selama-lamanya!

Sekali lagi saya mau bertanya, ada berapa banyak orang yang takut akan Tuhan dan berharap kepada kasih setia-Nya? Ini pesan Tuhan buat kita:

- Yesaya 43 –19, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Saudara, Tuhan sedang membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara! Ini kalau dilihat dulu adalah sesuatu yang mustahil bisa dilakukan. Ini sesuatu yang mustahil, tetapi Tuhan sediakan.

Hari-hari ini, apa yang menurut Saudara mustahil dan tidak mungkin;  “Mana mungkin penyakit saya disembuhkan?....Mana mungkin keluarga saya dipulihkan?...Apalagi pekerjaan saya? Sudah tidak ada harapan! Tidak mungkin!...Tidak mungkin!”. Saudara, hari-hari ini Saudara diberikan Tuhan sesuatu yang mungkin! Tidak ada yang mustahil bagi-Nya!

2. Melampaui Dimensi Jasmaniah

Angka 8 ini juga berbicara mengenai sebuah dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah atau lahiriah. Saudara, kita sedang memasuki dimensi supra-natural Roh Kudus. Kita sedang memasuki dimensi yang baru dari Roh Kudus. Karena itu hari-hari ini selalu saya katakan kepada Saudara, “Kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3!”. AMIN!

Saudara akan mengalami hal-hal yang supra-natural. Yang tadi, “Mana mungkin?,…Mana mungkin?...”, apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, itu disediakan bagi mereka yang mengasihi Dia. Ada berapa banyak yang mengasihi Tuhan? Itulah yang akan Saudara dapatkan! Itulah yang akan Saudara alami. Amin!

Tadi kita sudah renungkan bersama-sama bahwa kita tgl 4 September 2017 sedang memasuki usia yang ke-29 tahun. Berarti sekarang, hari-hari ini kita memasuki tahun yang ke-30 bagi gereja ini. Angka 30 ini juga berbicara tentang permulaan yang baru. Sebagai contoh:

• Tuhan Yesus mulai melayani umur 30 tahun

• Daud menjadi raja mulai umur 30 tahun

• Yusuf menjadi orang kedua di Mesir mulai umur 30 tahun

Jadi saya tahu pesan Tuhan buat kita semua di gereja ini, kita sekarang sedang dibawa oleh Tuhan memasuki satu permulaan yang baru.

Lebih daripada itu kalau Saudara melihat angka 30 dan melihat generasi-generasi, saya mau bertanya ada berapa yang umurnya antara 17 – 36 tahun (Millenial Generation) di tempat ini? Ini adalah buat Saudara! Tadi dikatakan Tuhan Yesus, Daud, Yusuf memulai sesuatu ketika berumur 30 tahun. Jadi ini berbicara tentang Saudara. Mungkin berbicara dalam karir Saudara atau apa saja hari-hari ini, karena itu tidak heran seperti Bapak Jokowi sering saya dengar selalu bicara, “Generasi Millenial…Generasi Millenial..”, tetapi Generasi Millenial yang positif dan Saudara yang positif. Yaitu responnya! Apakah dia responnya tentang hal-hal yang di atas atau yang di bumi?

Sudah saya katakan satu bulan yang lalu ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul mau dibunuh dan dia harus lari!...lari!...lari!...sampai dia berpura-pura jadi orang gila. Susahnya luar biasa! Tetapi pada suatu hari Tuhan memberikan kesempatan kepada Daud untuk bisa membunuh Saul dan kesempatan itu 2 (dua) kali. Jenderal-jenderalnya ketika diberikan itu berkata, “Tuanku Daud, ini memang kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Habisi saja! Kalau kita habisi dia, selesai! Kita yang selama ini dibuat susah, harus lari…Paduka juga harus berbuat seolah-olah menjadi orang gila, orang tidak waras. Ini akan selesai!”.

Saudara, Daud mungkin pada waktu itu berpikir, “Apa iya benar?...Apa ini benar?”. Akhirnya dia memotong punca jubah Saul. Pada waktu dia memotong, apa yang terjadi? Hatinya berdebar-debar! Dan Saudara, semua orang…saya katakan semua orang, kalau mau melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati-Nya Tuhan, Tuhan pasti berikan alarm yang seperti ini, yaitu hatinya berdebar-debar! Ada berapa banyak Saudara yang sering mengalami hal yang seperti itu? Benar! Kalau kita sudah tahu hati kita berdebar-debar, jangan diteruskan! Apa saja! Ini alarm dari Tuhan! Tapi kalau ini Saudara terobos terus, alarm itu makin lama makin hilang. Awalnya berdebar tetapi lama-lama hilang berdebarnya. Jadi apa pun yang Saudara lakukan semuanya OK! Itu perkara-perkara yang di bumi! Tetapi kalau kita mencari perkara-perkara yang di atas, pada waktu kita berdebar-debar kita tahu Tuhan menyuruh kita stop! Jangan lanjutkan, diam dulu!

Dan itu yang dilakukan Daud. Daud berkata, “No! Aku tidak mau membunuh Saul. Biar Tuhan saja yang bunuh. Kamu tahu tidak, orang yang menjamah orang yang diurapi Tuhan tidak akan luput dari hukuman!”. Daud tahu, itu adalah perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi. Dia tetap berkata, “Biar Tuhan sendiri yang membunuhnya, mungkin ajalnya sudah sampai. Atau dia masuk dalam peperangan dan dia hilang. Terserah….apa saja. Pokoknya bukan saya!”. Saudara, itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Daud melakukan perkara-perkara yang di atas, bukan yang dibumi. Lalu apa yang terjadi? Daud dikatakan, “Ini adalah orang yang berkenan dihati-Ku!”. Daud juga diberikan hadiah yang luar biasa selama hidupnya maupun setelah dia meninggal; di mana Tuhan meninggikan dia. Orang yang berkenan kepada Tuhan akan seperti itu. Ada berapa banyak diantara Saudara yang mau jadi orang yang berkenan di hati Tuhan? Saya rindu supaya apa yang Tuhan Yesus katakan kepada Daud juga Tuhan katakan kepada saya, “Aku telah menemukan Daud bin Isai, orang yang berkenan di hati-Ku karena melakukan segala kehendak-Ku”. Saya rindu Tuhan berbicara itu kepada saya, “Aku telah menemukan Niko bin Njotorahardjo, orang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”. Apakah Saudara rindu seperti itu?

Kesaksian Benny Hinn

Mengenai memasuki permulaan yang baru dan memasuki dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah atau lahiriah, Tuhan mengingatkan saya kisah tentang Benny Hinn. Mungkin saya sudah pernah menceritakannya, tetapi saya harus mengingatkannya kembali. Kalau saya lihat pelayanan Benny Hinn itu sudah sampai di angka 7. Siapa yang seperti dia dipakai Tuhan secara luar biasa? Tetapi sayang, di tengah-tengah dia sudah memasuki angka 7 yang luar biasa tiba-tiba dia berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan hati-Nya Tuhan. Dia bersaksisendiri dan saya tidak akan sebutkan. Pokoknya sesuatu yang tidak menyenangkan hati-Nya Tuhan. Dan dia memang mulai sadar akan hal itu, sampai suatu hari dia harus mengalami operasi jantung.

Dan pada saat dia selesai dioperasi, dia diberi satu penglihatan oleh Tuhan. Apa yang dia lihat?

Dia melihat pintu Sorga di mana Tuhan Yesus berdiri di depannya. Di sebelah Tuhan Yesus ada seorang wanita yang sedang memainkan piano dan dia melihat orang-orang antri untuk masuk dalam pintu gerbang. Mereka semua pakai pakaian putih. Siapakah mereka itu? Berpakaian putih artinya mereka sama seperti kita-kita.

Satu-persatu datang ke hadapan Tuhan Yesus. Kalau lagu yang dimainkan wanita tadi indah maka pintu Sorga terbuka dan orang itu masuk dalam Sorga. Tetapi sebaliknya kalau lagu yang dimainkan nadanya mengerikan, maka tiba-tiba Iblis datang dan orang yang berpakaian putih itu diseret dan dibawa ke Neraka. Benny Hinn kaget melihat itu dan gemetaran! Dia melihat hanya 20% yang masuk Sorga. Ketika gilirannya tiba, dia gemetar, “Waduh, saya bagaimana ya? Saya sudah melakukan hal-hal yang seperti ini…gimana?”. Tetapi sebelum wanita itu memainkan pianonya tiba-tiba dia sadar dan Tuhan berkata kepadanya, “Aku berikan kepadamu kesempatan yang kedua…The second chance. Jangan sia-siakan! Kamu hati-hati!”.  Saudara, saya percaya itu yang disebutkan sekarang dia sedang memasuki angka 8, permulaan yang baru!

Saya tidak tahu adakah diantara Saudara yang seperti itu. Ketika Saudara sudah berada di puncak yang luar biasa, karir Saudara hebat, tetapi tiba-tiba Saudara melakukan kesalahan dan mungkin saat ini Tuhan sudah berbicara kepada Saudara, “Aku memberikan kesempatan yang kedua kepadamu. Jangan sia-siakan!”. Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini saya mau beritahu Saudara, kita harus jaga hidup ini baik-baik. Mungkin kita pernah berbuat salah, tetapi yang penting kita bertobat. Dan pada saat Tuhan berkata, “Aku memberikan kesempatan yang kedua kepadamu, jangan sampai disia-siakan”. Amin!

Kisah Ayub                                                                                                                                  Tuhan juga ingatkan tentang Ayub mengenai permulaan yang baru dan memasuki dimensi yang melampaui dari yang jasmaniah itu. Kita tahu Ayub adalah orang yang dikasihi Tuhan karena dia saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Jadi kalau saya katakan hidup Ayub pada waktu itu sudah sampai pada angka 7, angka yang tertinggi! Mengapa? Sebab Tuhan sendiri yang berkata begini kepada Iblis, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (Ayub 2:3). Siapa yang seperti dia? Tidak ada! Dan Ayub diberkati secara materi luar biasa. Jadi kalau seperti saya katakan, Ayub pada waktu itu sudah sampai di angka 7, tetapi ketika Iblis diizinkan untuk menggocoh Ayub, Ayub mengalami sakit yang luar biasa. Di tengah-tengah kesakitannya, di tengah-tengah dia berdialog dengan teman-temannya dan dengan Tuhan akhirnya, dia berkata ini, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” (Ayub 42:5-6).

Saudara, setelah proses ini Ayub memasuki permulaan yang baru. Dan setelah dia mendoakan ketiga temannya yang tadinya mengejek dia dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, Ayub dipulihkan. Bahkan bukan hanya pulih, tetapi Ayub diberkati 2x lipat! Dia memasuki satu permulaan yang baru!

Banyak orang kristen yang senang di zona aman, di zona nyaman, di comfort zone, “Wah, ini enak…Jangan ganggu-ganggu saya. Saya sama Tuhan baik…enak”. Saya mau beritahu, Saudara yang mungkin keadaannya seperti itu, Saudara mungkin seperti Ayub, “Selama ini aku mendengar tentang Tuhan dari kata orang.” Tetapi saya percaya kalau Saudara sudah memasuki satu proses seperti Ayub contohnya, Saudara akan berubah. “Dulu aku merasakan dan mendengar Engkau dari orang lain, tetapi sekarang aku ketemu dengan Engkau sendiri”.

Karena itu, proses adalah baik buat kita. Meski Saudara tidak amin-kan ini, Saudara tetap akan diproses! Saya tidak tahu ada berapa banyak diantara Saudara yang sedang mengalami proses hari ini, mungkin Saudara merasakan betapa beratnya menjalani proses yang luar biasa dalam hidup ini, tetapi ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan Saudara untuk memasuki angka yang ke-8, yaitu permulaan yang baru. Saudara akan ketemu dan punya pengalaman dengan Tuhan Yesus secara pribadi. Haleluya!

Sejarah Perjalanan GBI Jl. Jend. Gatot Subroto

Saudara, pada kesempatan ini di umur yang ke-29 tahun, kita perlu juga bernostalgia dengan gereja ini. Sayaingat ketika Tuhan memanggil saya menjadi hamba Tuhan, saya dipilih oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya untuk merestorasi Pondok Daud. Saya ingat pada waktu itu saya ada di Surabaya, selesai saya memimpin pujian saya duduk karena ada seorang hamba Tuhan dari Belanda yang bernama Schenk yang akan berkhotbah. Jadi saya duduk di belakang dan dia menggantikan tempat saya di mimbar. Pada saat dia akan memulai khotbahnya tiba-tiba dia berhenti dan melihat saya, lalu dia lari dan tumpang tangan atas saya. Pada waktu itu ada satu nubuatan buat saya, “Aku telah menetapkan engkau untuk menjadi alat-Ku untuk membawa umat-Ku masuk dalam hadirat-Ku!”. Saya tahu bahwa ini adalah yang sekarang Tuhan berikan kepada kita, Restorasi Pondok Daud. Saat ini hamba Tuhan Schenk ini sudah dipanggil Tuhan dan bersama Tuhan sekarang.

Ada satu lagi hamba Tuhan yang bernama Bapak Damaris, mungkin ada yang tahu tentang Pak Damaris. Beliau juga sudah dipanggil Tuhan. Pada suatu hari dia datang ke rumah dan berkata kepada saya. Dia seperti ayah saya, “Niko, kamu kesini, Nik. Saya mau bicara sama kamu, duduk di sini…Begini ya, Tuhan ini memilih kamu untuk menjadi alat-Nya dalam Restorasi Pondok Daud. Kamu diminta untuk jadi fulltime. Kamu harus jadi fulltime. Kamu adalah orang pertama di Indonesia kalau kamu menerima pelayanan ini. Kamu nanti akan sama dengan saya. Saya dulu penginjil pertama di Indonesia. Sehingga kalau saya khotbah di gereja-gereja, pendetanya menjabat tangan saya dan berkata, “Terima kasih, Broer!”. Sesudah itu, saya pulang. Karena itu dapur saya sering tidak berasap karena cuma diberikan ucapan terima kasih. Dan kamu bisa seperti ini, kamu siap, ndak?”

Saya hanya menjawab, “Ya siap, om”. Saudara tahu kenapa saya jawab siap? Ketika saya dipanggil menjadi hamba Tuhan, saya mengalami sesuatu yang luar biasa. Saya tahu bahwa saya ini hamba Tuhan yang dipaksa Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Mulanya saya menolak untuk menjadi hamba Tuhan. Tahukah Saudara apa yang terjadi? Saya mengalami apa yang disebut dengan “Ludes…des!”.

“Des” yang pertama…itu kalau Tommy Smith menterjemahkan saya di Amerika, dia katakan, “The first ‘des’…” saya dibuat habis samasekali. Dalam tempo beberapa bulan semua habis!

“Des” yang kedua, “The second ‘des’…”, ditambah hutang! Itulah keadaan saya.

Jadi pada waktu Pak Damaris ngomong, “Kamu siap tidak?”, ya saya siap saja, sebab memang sudah habis semua malah ditambahi hutang!

Saudara, itu pengalaman saya. Kalau Saudara membaca Kis 15:15-18, di situ dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan merestorasi Pondok Daud dan saya hanya alatnya. Untuk apa? Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, supaya semua mencari Tuhan. Artinya, Restorasi Pondok Daud ini Tuhan jadikan alat supaya setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan. Amin!

Saudara, DNA gereja ini adalah Restorasi Pondok Daud. Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud sebagai berikut:

1. 25 tahun Pertama (1988 – 2013)

Pengertiannya adalah doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Periode 25 tahun pertama ini terbagi menjadi 5 (lima) tahap restorasi, yaitu:

a.  5 tahun pertama (tahun 1988 – 1993), yang direstorasi adalah pujian dan penyembahan.

b. 5 tahun yang kedua (tahun 1993 – 1998), yang direstorasi itu adalah doa. Jadi doa, pujian dan penyembahan yang direstorasi.

c.  5 tahun yang ketiga (tahun 1998 – 2003), yang direstorasi adalah unity. Sehingga menjadi doa, pujian dan penyembahan dalam unity.

d. 5 tahun yang keempat (tahun 2003 – 2008), pemantapan dari doa, pujian, penyembahan dalam unity.

e. 5 tahun yang kelima (tahun 2008 – 2013). Tuhan tambahkan yang siang dan malam, itu berbicara tentang keintiman.

2. 25 tahun Kedua (2013 - sekarang)

Tuhan tambahkan pengertiannya. Pondok Daud itu berbicara tentang kita-kita ini yang harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa,… Berarti kita keluar sebagai pemenang! Kita harus keluar sebagai pemenang! Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan yang melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Amin!

Secara pribadi Saudara harus melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Apa pun yang Saudara lakukan, Saudara menghadapi masalah atau apa saja, Saudara harus meresponi dengan benar, yaitu harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Harus sesuai dengan apa yang tadi dikatakan, yaitu kita harus mencari perkara-perkara yang di atas. Amin!

Tetapi secara umum, Tuhan berikan kepada saya; yang dikehendaki Tuhan pada zaman ini adalah kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3! Kita sedang memasuki satu era penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Saudara harus siap! Ada berapa banyak yang mau menjadi saksi Tuhan Yesus? Kita sedang memasuki masa ini. Sesuai dengan Yoel 2:28-32, yang terjadi pada waktu Pentakosta yang ke 3 adalah:

1.  Anak-anak, pemuda dan orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa.

2.  Mujizat-mujizat terjadi luar biasa.

3. Goncangan-goncangan juga terjadi luar biasa. Dari ketiga hal di atas terjadilah yang ke-empat sesuai dengan Yoel 2:32 sbb:

4. Akan banyak yang berseru kepada Nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada Nama Tuhan, mereka akan diselamatkan!

Amin