COOL - Maret Week 2

BERDOA UNTUK PENUAIAN DI SEKITAR KITA

Berdoa adalah nafas hidup orang percaya, berdoa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan TUHAN. Melalui doa kita membangun hubungan yang akrab/intim dengan TUHAN. Namun doa juga adalah salah satu dari selengkap senjata ALLAH yang kita gunakan dalam peperangan rohani.

Melalui doa kita bukan hanya meminta apa yang menjadi kebutuhan kita kepada TUHAN, tetapi juga kita minta tuaian jiwa besar-besaran di era penuaian jiwa terbesar dan terakhir sebelum kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali. Apa saja yang perlu kita doakan berkaitan dengan penuaian jiwa-jiwa?

1.                  Berdoa syafaat untuk keselamatan jiwa-jiwa

“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Timotius 2:1-4)

Doa kita haruslah dinaikan untuk semua orang, sebab TUHAN YESUS menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Buatlah VIP List, yakni daftar nama-nama orang (misal 10 nama) yang ada disekitar kita yang belum percaya untuk kita doakan setiap hari secara rutin agar TUHAN melawat mereka dan membuka pintu anugerah untuk mereka.

Kita bisa berdoa di rumah, di meja kerja, atau bahkan sambil berjalan keliling sekolah, kampus, kantor atau tempat usaha kita.

2.                  Berdoa minta para pekerja/penuai jiwa

“Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2)

Tuaian jiwa-jiwa kedepan ini akan sangat luar biasa, diperlukan banyak penuai-penuai, bukan hanya mereka yang melayani sebagai pendeta, pengkhotbah, penginjil atau fulltimer gereja saja, melainkan semua orang percaya dipakai TUHAN untuk menjadi pasukan penuai. Untuk itu doakanlah agar setiap orang percaya diberikan hati dan beban ilahi oleh Roh Kudus untuk dipakai TUHAN menjadi alat di Tangan-Nya.

Jangan lupa, saat kita berdoa minta penuai tentu TUHAN berbicara kepada kita lebih dahulu untuk menyerahkan diri kita dipakai sebagai penuai jiwa.

3.                  Berdoa untuk hamba-hamba TUHAN yang bekerja di ladang penuaian

“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,” (2 Tes 3:1)

Tentu kita harus berdoa secara khusus bagi mereka, para hamba TUHAN yang bekerja sepenuh hati melayani di ladang TUHAN. Agar melalui mereka pemberitaan Firman TUHAN makin tersebar dengan luas, banyak jiwa diberkati dan diperlengkapi serta dimenangkan bagi kemuliaan TUHAN YESUS.

Dalam Kisah Para Rasul 4:29-31, kita melihat bagaimana orang percaya berdoa:

“Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

Dari ayat diatas kita ketahui juga bahwa saat orang percaya berdoa untuk para Rasul dalam pemberitaan injil, mereka sendiri juga dipenuhi dengan kuasa ALLAH dan memberitakan firman ALLAH dengan berani.

Berdoalah untuk penuaian jiwa-jiwa dan persiapkan diri Anda!

Tuhan Yesus Memberkati

 

COOL - Maret Week 1

STRATEGI IBLIS DALAM MENCOBAI

(MATIUS 4:1-11)

“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.”

Kita seringkali meminta dan senantiasa berpikir  ROH KUDUS akan membawa kita ke tempat yang tinggi, tempat dimana  hadirat dan kemuliaan TUHAN kita rasakan dengan luar biasa. namun, pernahkan kita berpikir bahwa ROH membawa kita ke ‘padang gurun’ untuk dicobai iblis, seperti halnya yang dialami oleh TUHAN YESUS. Pencobaan YESUS oleh iblis adalah usaha utuk membelokkan YESUS dari jalan ketaatan yang sempurna kepada kehendak ALLAH.

Strategi iblis adalah mencobai Yesus dalam 3 (tiga) bidang:

1.         Kebutuhan yang mendasar dan mendesak

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:2-3)

Iblis tahu bahwa YESUS dalam keadaan lapar setelah berpuasa 40 hari, 40 malam. Dalam  keadaan demikian iblis mencobai YESUS agar membuktikan keilahiannya dengan mengubah batu menjadi roti.

Bukankah demikian juga yang sering kita alami. Ketika kita diperhadapkan dalam situasi yang mendesak, apalagi berkaitan dengan kebutuhan primer manusia, atau kebutuhan akan biaya, kita terpancing untuk meragukan kasih dan kuasa TUHAN YESUS dalam hidup kita. Misalnya, ketika dalam keadaan yang mendesak, dalam doa kita sampaikan : “TUHAN YESUS, jika engkau memang TUHAN dan berkuasa atas hidup saya… saya mohon nyatakan mujizat-MU..”

2.         Mencobai ALLAH untuk memuaskan keinginan sendiri

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (Mat 4:6)

Bukti penyertaan, penjagaan, kasih dan kuasa TUHAN yang sempurna dalam hidup kita bukan untuk dibuat main-main, atau membutuhkan pengujian dari manusia. Misalnya mencoba berjalan diatas air seperti halnya Petrus, atau mencoba minum racun maut untuk menguji kebenaran Markus 16:18.

Dalam keseharian kita sebagai orang percaya, mungkin iblis mencobai dengan menaruh perkataan ini dalam pikiran kita “Kalau memang TUHAN YESUS penuh kasih dan pengampunan, gak apa-apa berbuat dosa…sekali-sekali korupsi atau berzinah. Bukankah ada ayat dalam 1 Yoh 1:9 yang mengatakan bahwa Dia pasti mengampuni?”

Jika hal-hal tersebut itu muncul dalam pikiran kita, kita harus bisa menjawab seperti yang ditegaskan oleh TUHAN YESUS dalam ayat 7, "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" ingatlah : “jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.”

3.         Menyembah berhala yang menjanjikan kekuasaan di dunia ini.

“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Mat 4:8-9)

Langkah terakhir yang dilakukan iblis adalah menawarkan semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, yang merupakan hasrat terbesar bagi banyak orang. Tawaran itu diberikan dengan syarat sujud menyembah kepada iblis.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit orang yang mengejar kerajaan dunia dengan keinginan mejadi orang terkenal, artis tersohor, orang terkaya, dll. dan mereka mengejarnya melalui jalan pintas, menyembah kepada iblis.

Perhatikanlah bahwa dalam setiap pencobaan, YESUS tunduk kepada kekuasaan Firman Allah dan bukan kepada keinginan iblis (Mat 4:4,7,10). Bagaimana cara TUHAN YESUS menghadapi pencobaan si iblis? Kuasa ROH KUDUS dan Firman ALLAH. Untuk itu kita harus senantiasa dalam kondisi yang penuh dengan ROH KUDUS dan membaca, merenungkan serta mempraktekkan Firman TUHAN. Bahkan sangat baik sekali jika kita belajar menghafalkan ayat-ayat Firman TUHAN yang dapat kita pergunakan sebagai senjata dalam peperangan rohani.

Tuhan Yesus Memberkati

 

 

COOL - February Week 3

KITA BUKAN TEMPAT SAMPAH

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu." - Yakobus 1:21

Salah satu benda yang mempunyai fungsi sangat spesifik dalam rumah atau bangunan adalah tempat sampah. Benda lain kadang digunakan untuk fungsi yang berbeda, misalnya piring makan untuk meletakkan makanan atau tempat menaruh makanan sisa di kulkas. Gelas dapat digunakan untuk minum, juga bisa untuk menakar bahan makanan seperti beras. Sendok bisa digunakan untuk makanan, mengaduk minuman atau menakar obat. Namun tempat sampah hanya digunakan untuk satu tujuan: menaruh sampah. Tempat sampah tidak digunakan untuk keperluan lain. Benda yang tidak diinginkan, benda yang tidak digunakan, benda yang rusak total, benda yang jorok, semua akan berakhir di tempat sampah.

Manusia jelas bukan tempat sampah. Sayangnya, dalam banyak hal seringkali kita menjadikan diri kita tempat sampah. Hal-hal yang buruk yang seharusnya tidak kita simpan di dalam hidup kita, malah kita biarkan ada dalam diri kita dan bahkan mungkin kita lakukan. Alhasil kehidupan kita menjadi susah. Kita mungkin saja bertumbuh dan bergerak maju dalam perjalanan rohani kita, namun sampah-sampah yang ada dalam hidup kita membuat perjalanan tersebut terseret dan penuh rintangan. 

Alkitab jelas mengatakan bahwa saat kita lahir baru, maka kita menjadi pribadi yang baru dan hal-hal yang lama sudah berlalu (2 Korintus 5:17). Kita yang tadinya "sampah", oleh karena kemurahan dan kasih karunia Kristus dijadikan pribadi yang baru di dalam Dia. Kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Tetapi ini bukan berarti kita dapat tenang-tenang saja, karena selama kita di dunia akan selalu ada tantangan dan situasi yang berupaya membuat kita kembali menjadi tempat sampah. Tabiat-tabiat lama, perbuatan-perbuatan daging yang dahulu pun harus kita buang.

Apa saja sampah yang harus di buang dari hidup kita? Galatia 5:19-21 memberikan daftar sampah tersebut:

  •  Percabulan (kelakuan, hubungan seksual yang amoral)
  •   Kecemaran (pikiran kotor, keinginan hati yang buruk)
  •   Hawa nafsu (keinginan duniawi, keinginan yang melampaui batas kesopanan/normal)
  •   Penyembahan berhala (menyembah roh-roh selain TUHAN, percaya pada orang atau istiadat atau benda yang dipandang setara kedudukan dan pentingnya dengan TUHAN).
  • Sihir (penyembahan kepada setan-setan, penggunaan obat-obatan atau benda magis guna mengalami pengalaman supranatural)
  •   Perseteruan (permusuhan, kebencian yang sangat)
  •   Iri hati (cemburu atas keberhasilan orang lain)
  •   Geram (kemarahan yang meledak-ledak, perkataan yang kasar)
  •   Ambisi yang mementingkan diri sendiri (mencari kekuasaan, mencari pembenaran atas tindakan yang buruk)
  •   Pertikaian (memecah belah, mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai Firman TUHAN)
  •   Roh pemecah (menghancurkan persatuan/persekutuan anak-anak TUHAN)
  •   Kedengkian (perasaan tidak suka pada orang lain, benci pada orang yang memiliki sesuatu yang tidak ia miliki)
  •   Kemabukan (merusak diri dengan minuman keras)  
  •   Pesta pora (berpesta dengan berlebihan seperti mabuk, obat bius dan seks bebas)

Galatia 5:21 dengan tegas mengatakan bahwa jika kita masih menyimpan atau melakukan hal-hal diatas maka kita tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah.  Tegasnya: bukan di sorga tetapi di neraka! Mengapa? Karena berarti jelas menolak tuntunan Roh Kudus untuk hidup menurut kebenaran Firman TUHAN yang menentang hal-hal tersebut.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita dapat membuang hal-hal yang ditentang Firman dalam Galatia 5 tersebut? Alkitab jelas mengajarkan berkali-kali bahwa manusia dengan kekuatannya sendiri tidak akan pernah bisa menguduskan dirinya sendiri. Itulah sebabnya kita perlu dilahirkan terlebih dahulu oleh karena kasih karunia Kristus, yang kita terima dengan iman. Selanjutnya kita pun perlu dipenuhi oleh Roh Kudus yang akan menuntun kita di dalam kehidupan yang sesuai dengan kebenaran Firman TUHAN. Perhatikanlah ayat-ayat ini:

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. (Gal 5:1)

-- kita jadi manusia baru oleh karena Kristus.

 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. (Gal 5:5)

-- Roh Kudus yang membuat kita bisa hidup dalam kebenaran. Kita imani hal ini.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Gal 5:17a, 25)

-- kita perlu hidup oleh Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus

dan tentu bacalah kembali Yakobus 1:21 diatas yang jelas menegaskan bahwa Firman TUHAN berkuasa untuk menyelamatkan jiwa kita; yaitu berkuasa membuat kita mampu membuang semua sampah-sampah kedagingan hidup kita yang lama.

Apakah hasil dari hidup yang dipimpin Roh Kudus dan di dalam kebenaran Firman TUHAN? Hasil yang luar biasa dari kehidupan yang demikian adalah kita tidak menjadi tempat sampah, melainkan menghasilkan buah-buah kehidupan yang luar biasa, sebagaimana ditulis dalam Galatia 5:22, yaitu:

 ·         Kasih (Yunani: agape, yaitu peduli dan memberikan yang terbaik kepada orang lain tanpa pamrih sebagaimana Kristus memberikan kasih-Nya)

·         Sukacita (perasaan senang berlandaskan kasih ilahi, berdasarkan kasih yang Kristus telah berikan kepada kita oleh karena kemurahan dan kasih karunia-Nya, bukan karena perlakukan orang kepada kita)

·         Damai sejahtera (ketenangan hidup oleh karena tahu bahwa Bapa tidak pernah jauh dari kita)

·         Kesabaran (kemampuan untuk tabah, kuat, tidak putus asa dan terutama dapat mengerti kekurangan orang lain)

·         Kemurahan (tidak ingin menyakiti orang lain, namun ingin membantu mereka yang kesusahan)

·         Kebaikan (membenci kejahatan, menegur hal yang salah, berlaku adil dan ingin melihat orang bertumbuh dalam kebenaran)

·         Kesetiaan (menjaga komitmen, pribadi yang jujur dan bisa dipercaya perkataannya)

·         Kelemahlembutan (pengendalian diri dan emosi yang baik, rendah hati, tidak mencari pengakuan dari orang lain)

·         Penguasaan diri (mampu menjaga diri dari keinginan-keinginan dan nafsu duniawi, termasuk godaan-godaan seksual).

 Tidakkah saudara-saudara rindu mengalami dan menghasilkan buah-buah yang luar biasa tersebut diatas? Oleh karena itu saudara-saudara, mari kita buang jauh-jauh semua sampah dalam hidup kita. Hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus dan Firman TUHAN. Mari kita hidup sebagai pribadi-pribadi yang baru dalam Kristus, dan lihatlah TUHAN memberikan banyak hal yang baru dalam kehidupan kita.  TUHAN Yesus memberkati. Amin! (CS)

 

COOL - February week 2

COOL - February week 2

MENJADI MANUSIA BARU DI PERMULAAN YANG BARU

Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Sesuai dengan tuntunan TUHAN melalui Gembala Sidang/Pembina, salah satu pengertian dari permulaan yang baru adalah PERUBAHAN. Perubahan adalah sebuah kata yang umum kita dengar, mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dilakukan atau dialami  karena orang sudah terbiasa dengan yang lama. Perubahan adalah sebuah proses pembentukan.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Berkaitan dengan perubahan menjadi ciptaan baru, ada 3 (tiga) hal penting yang harus dipegang dengan baik:

1.    Menjadi ciptaan baru berarti tidak boleh lagi menggunakan sifat lama (perbuatan daging).

 Ayat diatas secara jelas memberikan penegasan kepada kita bahwa sebagai ciptaan baru, yang lama telah berlalu. Apa itu yang lama? Sifat-sifat buruk masa lalu, keinginan daging, kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-2-a "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya."

Di dalam KRISTUS, ALLAH menjadikan kita ciptaan yang baru, tetapi adalah tanggung jawab dan bagian kita untuk hidup sesuai dengan status baru kita di dalam DIA. Karenanya kita harus jaga hidup kita sungguh-sungguh sesuai dengan Firman Tuhan. Hidup kudus dan berkenan di hadapan-Nya.

 2.    Tidak menjadi ciptaan baru berarti tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah

 Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (Galatia 5:21-b).

Perubahan menjadi ciptaan baru, meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru dalam KRISTUS adalah suatu keharusan. Jangan berpikir bahwa karena perubahan itu tidak mengenakan maka anda bisa memilih untuk tidak mengalami perubahan itu. Resiko dan harganya terlalu mahal. Sebab Alkitab berkata, mereka yang tidak meninggalkan cara hidup yang lama yang dikuasai oleh perbuatan daging TIDAK AKAN MENDAPAT BAGIAN DALAM KERAJAAN ALLAH, alias masuk neraka.

 3.    Ciptaan baru akan mengalami proses terus menerus sampai menjadi serupa dengan gambaran KRISTUS.

 Menjadi ciptaan baru bukanlah tujuan akhir, sebab perubahan itu akan terus terjadi. Untuk hidup kudus kita akan diproses terus menerus dengan Firman Allah dan oleh Roh Kudus sehingga menjadi serupa dengan gambar KRISTUS. Mereka yang menjadi serupa dengan gambar KRISTUS akan mengalami pemuliaan (Glorification) dan ikut dalam pengangkatan.

Proses yang terus menerus ini tentunya memerlukan ketekunan iman, daya tahan dan daya juang yang kuat. Secara manusia kita tidak mampu, tapi ROH KUDUS memberikan kita kekuatan dan kemampuan. Karenanya hiduplah senantiasa dalam pengurapan serta penuh dengan ROH KUDUS.

Amin.