COOL - April WEEK 2

"MENGUCAP SYUKUR"

MENGALAMI UNUSUAL MIRACLES : Belajar dari Mujizat 5 roti-2 ikan

Bagian 2 dari 3

Setelah menerima 5 roti dan 2 Ikan dari anak kecil yang akan dipergunakan untuk memberi makan orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti DIA, apa yang Tuhan Yesus lakukan?

"Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki." (Yohanes 6:11)

Ada 2 pelajaran berharga yang dapat kita ambil melalui peristiwa ini :

 1.                  Seberapa pun yang kita miliki, mengucap syukurlah kepada Tuhan.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk merespon dengan benar untuk segala berkat yang datang dari Allah. Sekalipun Andreas berkata, apa artinya 5 roti dan 2 ikan ini dibandingkan dengan orang yang sangat banyak itu? Tapi Yesus, dengan apa yang ada mengambil roti dan ikan itu serta mengucap syukur dan membagi-bagikanya.

Kadang kita berpikir, Tuhan gaji/penghasilan saya cuma segini! Apa artinya dibandingkan dengan kebutuhan saya yang besar itu? Mari merespon dengan benar! Jangan bersungut-sungut dan banyak mengucap syukur. Waktu kita mengucap syukur dengan segala berkat yang DIA berikan, kita akan terheran-heran melihat bagaimana DIA membuat multiplikasi dan mencukupkan apa yang menjadi kebutuhan kita bahkan sampai berkelimpahan.

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)

2.                  Berharap kepada Allah dengan mengucap syukur.

Mengucap syukur kepada Tuhan adalah salah satu bukti penyerahan hidup kita kepada-Nya, bukti bahwa kita berharap hanya kepada Tuhan.

Mazmur 42-6 : "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"

Ketika kita mulai mengalami tekanan kebutuhan, persoalan, pergumulan, berharaplah kepada Allah dengan mengucap syukur kepadaNya. Sebab Dia adalah penolong dan Allah kita.

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7)

Action :

Ingin mengalami mujizat yang tidak lazim? Mengucap syukurlah! Tinggalkan sungut-sungut dan keluh kesah, berharap dan bergantunglah kepada TUHAN, Penolong dan Allah kita.

COOL - April Week 1

"MENJADI SEPERTI ANAK KECIL"

MENGALAMI UNUSUAL MIRACLES : Belajar dari Mujizat 5 roti-2 ikan

Bagian 1 dari 3

"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" (Yoh 6:9)

Setelah penyembuhan di kolam Betesda, TUHAN YESUS berangkat ke seberang Danau Galilea dan banyak orang berbondong-bondong mengikuti YESUS. Persoalan yang dihadapi kemudian adalah bagaimana bisa memberi makan orang begitu banyak?

Filipus menyampaikan secara logika bahwa uang sebanyak 200 dinar sekalipun tidak akan cukup sekalipun mendapat sepotong kecil saja. Bahkan Andreas, saudara Simon Petrus menganggap "remeh" pemberian anak tersebut. Tapi apa yang dianggap remeh, dibuat TUHAN menjadi alat yang luar biasa untuk menyatakan mujizat-Nya. Tidak ada orang lain, kecuali anak kecil tersebut yang mempunyai dan memberikan bekalnya kepada YESUS.

Dalam satu kesempatan, YESUS pernah mengajar kepada murid-muridNya :

"lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:3-4)

Ada 6 ciri khas seorang anak kecil yang perlu kita miliki :

1.                  Suka menangis

Menangis yang dimaksud disini bukanlah menangis karena persoalan atau karena di-bully, tapi karena merasakan hadirat Tuhan, mengalami jamahan Tuhan. Coba kita periksa, kapan terakhir kali kita menangis karena mengalami jamahan Tuhan dan mengalami lawatan Tuhan? Atau jangan sampai hatimu menjadi keras karena kepahitan, kekecewaan dan dosa. Segera bertobat, minta ampun dan kembali pada kasih yang mula-mula.

2.                  Tidak menyampan kesalahan orang lain.

Anak kecil kadang berselisih atau bertengkar dengan temannya, tapi mereka mudah mengampuni, melupakan dan bisa kembali bermain dengan teman yang tadi bertengkar dengannya. Bagaimana dengan kita? Jangan simpan kesalahan orang, mengampuni dan melupakan, seperti kita diampuni dan dilupakan kesalahan kita oleh Tuhan (Matius 6:12; Markus 11:25-26).

3.                  Tidak suka berbohong

Anak kecil jujur, polos dan berkata apa adanya. Adakah kita juga sudah bersikap jujur? Dalam perkataan dan perbuatan kita?

4.                  Selalu ingin dekat dengan orangtuanya.

Anak kecil merasa aman, nyaman karena merasakan kasih dan perlindungan saat berada dekat dengan orangtuanya. Adakah kita memiliki kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan Yesus? (Maz 62:1; 73:28).

5.                  Dituntun oleh orangtuanya

Orangtua pasti senantiasa menuntun dan mengarahkan anaknya, seperti halnya Tuhan juga mau menuntun kita (Maz 32:8). Apakah kita sebagai anak-anakNya mau dituntun oleh Tuhan?  Kalau mau dituntun, mata kita harus fokus kepada Tuhan (Maz 123:2).

6.                  Percaya kepada orangtuanya.

Percaya berarti memegang teguh dan tidak memiliki keraguan sama sekali. Kita sebagai anak-anakNya harus memliki kepercayaan kepada Tuhan (Maz 37:5; Roma 4:19-24).

Action :

Lepaskan "topeng", Tanggalkan kemunafikan, dan hiduplah sebagai anak-anak Allah dengan memiliki ciri-ciri seperti anak kecil sesuai dengan sharing kita malam ini.

COOL - Maret Week 3

BANTU DAN BIMBING SAUDARAMU YANG TERSESAT

(Galatia 6:1-10)

Salah satu bukti bahwa kita menjalankan Firman TUHAN adalah kita saling memperhatikan satu-sama lain sebagai sesama anggota keluarga kerajaan Allah. TUHAN mengingatkan melalui rasul Paulus dalam teks yang kita baca minggu ini, bahwa bentu perhatian itu bukan hanya secara fisik, misalnya membantu saudara kita saat dia sakit atau kesulitan secara keuangan, namun juga -terlebih- secara rohani.  Menjelang kedatangan Kristus kedua kali yang sudah sangat amat dekat, maka kita menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.  Salah satu tantangan itu adalah kemungkinan terjadinya pelanggaran Firman TUHAN oleh saudara kita.  Mungkin juga tidak sampai pada tahap dia berbuat dosa, namun ada suatu pandangan yang tidak Alkitabiah yang ia temukan atau bahkan mungkin sudah ia percayai.  Ketika berhadapan dengan hal ini, tentu kita sebagai saudara rohani-nya harus menolong agar ia tidak terombang-ambing pada ajaran non-alkitabiah.

            Bagaimana caranya?

1.      Membimbing saudara kita kembali kepada kebenaran Firman TUHAN.

Ada beberapa kemungkinan mengapa seorang percaya bisa terombang-ambing-kan oleh pandangan yang tidak sesuai Firman TUHAN, antara lain:

a.      Adat-istiadat yang sudah begitu mengakar pada masa lalunya sehingga sulit untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua nilai kebudayaan itu alkitabiah.

b.      Pandangan free-thinkers yang cenderung menyatakan semua pandangan manusia adalah sah-sah saja, bahkan menjadikan segala sesuatu relatif.

c.       Ajaran-ajaran yang diklaim sebagai "kristen" namun sudah melenceng dari doktrin-doktrin dasar kekristenan.

d.      Membaca dan percaya pada tulisan-tulisan yang diklaim sebagai "teks kuno" (misal: surat Barnabas) yang sebenarnya sudah dinyatakan oleh gereja beribu tahun lalu sebagai non-alkitabiah.

e.      Melakukan dosa namun ingin mencari alasan pembenaran.

Galatia 6:1 jelas berkata bahwa kita hendaknya memimpin orang tersebut kembali ke jalan yang benar.  Apa itu "yang benar"?  Tidak lain adalah Alkitab!  Ketika seseorang berusaha untuk berargumentasi mengenai sesuatu yang tidak alkitabiah maka adalah penting untuk kita menunjukkan apa yang alkitab mengenai hal tersebut.  Misal: seseorang sangat percaya bahwa tidak mungkin TUHAN yang begitu mengasihi akan membiarkan ada orang ke neraka.  Itu adalah pandangan yang keliru mengenai karakter TUHAN.  Kita perlu juga menjelaskan bahwa betul bahwa TUHAN adalah kasih, tetapi Ia juga adalah adil.   Sesuatu yang terdengar atau terlihat "benar" belum tentu betul menurut Alkitab.

Ayat yang sama juga mengingatkan kita agar tidak terpengaruh ("jangan kena pencobaan")  pada argumentasi seseorang yang melakukan pelanggaran Firman TUHAN.  Kerap kali ketika seorang percaya melanggar Firman TUHAN, ia akan berusaha untuk mengajukan argumentasi sedemikian rupa, bahkan mungkin mengutip ayat-ayat alkitab secara serampangan, dengan maksud untuk membela dan membenarkan dirinya sendiri.  Bahkan argumentasinya mungkin dibungkus dengan status sosial, jabatan atau kekayaan (Galatia 6:3). Disini TUHAN melalui Paulus mengingatkan kita agar jangan sampai kita terjebak pada hal tersebut. Kita harus tetap teguh kepada kebenaran Firman TUHAN. Namun jangan malah jadi kita tidak mau menolong mereka yang "tersesat" karena takut jatuh dalam pencobaan (jadi setuju dengan pendapat salah mereka).  Itu adalah alasan yang salah, yang justru membuat kita tidak membantu saudara kita. Firman mengatakan kuncinya adalah kita menjaga diri kita.

2.      Pergunakan pemahaman Firman dan pengalaman perjalanan hidup bersama TUHAN sebagai modal untuk membantu saudara kita yang "tersesat".

Dalam Galatia 6:6 TUHAN meminta agar kita untuk membantu saudara kita dengan menggunakan pemahaman Firman dan pengalaman perjalanan hidup bersama-Nya sebagai modal.  Semua ayat yang telah dibaca, semua khotbah yang sudah didengar, semua kelas KOM yang sudah diikuti, semua bahan sharing supplement COOL yang sudah dibahas, semua kesaksian dan semua aspek perjalanan hidup rohani kita, adalah modal-modal yang sangat berharga yang TUHAN berikan kepada kita.  Semua itu bukan hanya untuk kebaikan dan pertumbuhan rohani kita semata, tetapi juga agar kita mampu untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan bimbingan rohani.  Kita perlu mengingatkan saudara-saudara kita yang sedang "menjauh" agar mereka tidak kembali kepada kehidupan lama mereka, termasuk cara-cara pandang yang tidak alkitabiah (Galatia 6:8).  Kita perlu mengingatkan bahwa setiap orang pada akhirnya bertanggung-jawab masing-masing atas gaya hidup dan keputusan yang diambilnya (Galatia 6:7).  Itulah sebabnya dikatakan, selagi ada kesempatan baiklah kita menolong saudara-saudara kita yang seiman yang sedang tersesat atau melakukan pelanggaran (lihat hubungan erat dari Galatia 6:1 dengan 6:10).

            Biarlah ketika Kristus datang untuk kedua kalinya, kita yang saudara-bersaudara ditemukan hidup memenuhi apa yang Ia kehendaki (Galatia 6:3). (CS)

 

COOL - Maret Week 2

BERDOA UNTUK PENUAIAN DI SEKITAR KITA

Berdoa adalah nafas hidup orang percaya, berdoa adalah komunikasi dua arah antara manusia dengan TUHAN. Melalui doa kita membangun hubungan yang akrab/intim dengan TUHAN. Namun doa juga adalah salah satu dari selengkap senjata ALLAH yang kita gunakan dalam peperangan rohani.

Melalui doa kita bukan hanya meminta apa yang menjadi kebutuhan kita kepada TUHAN, tetapi juga kita minta tuaian jiwa besar-besaran di era penuaian jiwa terbesar dan terakhir sebelum kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali. Apa saja yang perlu kita doakan berkaitan dengan penuaian jiwa-jiwa?

1.                  Berdoa syafaat untuk keselamatan jiwa-jiwa

“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Timotius 2:1-4)

Doa kita haruslah dinaikan untuk semua orang, sebab TUHAN YESUS menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Buatlah VIP List, yakni daftar nama-nama orang (misal 10 nama) yang ada disekitar kita yang belum percaya untuk kita doakan setiap hari secara rutin agar TUHAN melawat mereka dan membuka pintu anugerah untuk mereka.

Kita bisa berdoa di rumah, di meja kerja, atau bahkan sambil berjalan keliling sekolah, kampus, kantor atau tempat usaha kita.

2.                  Berdoa minta para pekerja/penuai jiwa

“Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2)

Tuaian jiwa-jiwa kedepan ini akan sangat luar biasa, diperlukan banyak penuai-penuai, bukan hanya mereka yang melayani sebagai pendeta, pengkhotbah, penginjil atau fulltimer gereja saja, melainkan semua orang percaya dipakai TUHAN untuk menjadi pasukan penuai. Untuk itu doakanlah agar setiap orang percaya diberikan hati dan beban ilahi oleh Roh Kudus untuk dipakai TUHAN menjadi alat di Tangan-Nya.

Jangan lupa, saat kita berdoa minta penuai tentu TUHAN berbicara kepada kita lebih dahulu untuk menyerahkan diri kita dipakai sebagai penuai jiwa.

3.                  Berdoa untuk hamba-hamba TUHAN yang bekerja di ladang penuaian

“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,” (2 Tes 3:1)

Tentu kita harus berdoa secara khusus bagi mereka, para hamba TUHAN yang bekerja sepenuh hati melayani di ladang TUHAN. Agar melalui mereka pemberitaan Firman TUHAN makin tersebar dengan luas, banyak jiwa diberkati dan diperlengkapi serta dimenangkan bagi kemuliaan TUHAN YESUS.

Dalam Kisah Para Rasul 4:29-31, kita melihat bagaimana orang percaya berdoa:

“Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”

Dari ayat diatas kita ketahui juga bahwa saat orang percaya berdoa untuk para Rasul dalam pemberitaan injil, mereka sendiri juga dipenuhi dengan kuasa ALLAH dan memberitakan firman ALLAH dengan berani.

Berdoalah untuk penuaian jiwa-jiwa dan persiapkan diri Anda!

Tuhan Yesus Memberkati