MENEBUS WAKTU ANDA

“dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)

Sebuah ungkapan yang umum dikalangan masyarakat umum adalah “tidak ada kesempatan kedua” atau “kesempatan tidak mungkin datang dua kali”, maksudnya ungkapan ini mengajarkan agar kita cerdik melihat dan memanfaatkan kesempatan ketika ia datang menghampiri. Kesempatan jangan dibiarkan lolos begitu saja, harus ditangkap bagaimanapun caranya.

TUHAN selalu memberikan kesempatan berulang-ulang kepada kita. Bukankah diawal perjalanan kerohanian kita, berulangkali kita gagal untuk hidup seturut dengan Firman TUHAN dan kehendak TUHAN dalam hidup kita. Namun TUHAN menanti kita dengan sabar (2 Petrus 3:15).

Dalam terjemahan yang lain, ayat bacaan kita diatas (Efesus 5:16), kalimat “pergunakan waktu yang ada” berbunyi : redeeming the time (KJV, ASV), gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu (BIS). Menebus waktu berarti menggunakan kesempatan sebaik-bainya. Dalam bahasa aslinya, waktu dalam ayat ini menggunakan kata kairos, waktu TUHAN, yang sering diterjemahkan secara bebas menjadi kesempatan.

Waktu apa saja yang harus kita tebus?

1.         Waktu yang terbuang sia-sia dalam masa kebodohan kita.

Tentunya yang dimaksud bukanlah kebodohan secara akademis, Efesus 4:17-19: “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Kebodohan yang dimaksud adalah :

a.       Hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah (tidak perduli dosa dan neraka).

b.      Pikiran yang sia-sia.

c.       Pengertian yang jauh dari hidup persekutuan dengan Allah.

d.      Perasaan mereka telah tumpul (tidak lagi memiliki perasaan malu akan perbuatan tercela).

e.       Menyerahkan diri kepada hawa nafsu.

f.       Mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Bukankah mirip dengan gaya hidup kita dahulu saat belum mengenal TUHAN YESUS?

 

2.         Waktu yang terbuang sia-sia saat kita tertidur secara rohani.

Dalam penantian kita menyambut kedatangan Kristus kali yang kedua, TUHAN mau kita  hidup berjaga-jaga. Tidak sedikit orang percaya dalam penantian ini tertidur secara rohani, terlena dengan kenyamanan dunia, dan dosa, sehingga tidak lagi memancarkan cahaya Kristus dalam kehidupan rohaninya. Biasanya ditandai dengan mulai berkurangnya disiplin rohani seperti membaca alkitab, berdoa, memuji dan menyembah TUHAN dan jarang beribadah. TUHAN ingin agar kita terbangun dari tidur rohani dan bercahaya kembali sebagai anak-anak Terang.

 3.         Waktu yang terbuang sia-sia saat kita mati secara rohani.

Terlalu lama tertidur secara rohani, ujungnya mengalami kematian secara rohani. Ditandai dengan tidak lagi mempedulikan perkara-perkara rohani, susah menerima nasihat bahkan marah kalau ada orang yang menasihati agar bertobat, tidak pernah lagi beribadah, menjalani kehidupan seperti pada masa kebodohan, kadang muncul niatan untuk bertobat, tapi kemudian tertutup kembali oleh pikiran dan perasaan dosanya.

Berapa banyak waktu Anda telah terbuang dalam masa kebodohan, dalam masa tertidur atau mati secara rohani? Inilah adalah Kairos/kesempatan untuk kita pergunakan sebaik-baiknya dalam mempersiapkan diri kita menyambut kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali. Hidup kudus sesuai dengan Firman TUHAN, jaga hati dan tetap pelihara keintiman dengan TUHAN.