CARI PERKARA DIATAS!

 “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:1-3)

Dalam tahun Ayin Chet (5778), kita dibawa untuk memikirkan perkara yang diatas. Mungkin sebagaian besar jemaat COOL tidak mengerti apa yang dimaksud dengan memikirkan perkara di atas, atau memikirkan perkara-perkara Sorgawi. Apakah dengan demikian kita tidak boleh memikirkan tentang soal-soal penghidupan kita di bumi?

Dalam beberapa terjemahan, Kolose 3:1 memiliki beberapa terjemahan yang menarik. Misalnya Bible in Basic Engslish (BBE) :  give your attention to the things of heaven, atau set your hearts on the things that are in heaven (GNB) dan focus on the things that are above (God’s Word). Dengan demikian dapat kita tarik sebagai pembelajaran bahwa mencari perkara diatas berarti :

1.  Menaruh perhatian kita pada perkara sorgawi.

Untuk dapat menaruh perhatian kita pada perkara rohani maka kita harus untuk menetapkan hati kita pada hal-hal yang Sorgawi. Kita harus sadar bahwa hidup kita ini bukan senantiasa perkara duniawi atau lahiriah semata. Benar kita perlu uang, membangun karier, menjadi sukses, namun kehidupan di dunia ini hanya sementara, sedangkan hidup di dalam sorga atau neraka itu kekal selama-lamanya. Mengapa kita menghabiskan hampir seluruh hidup kita (waktu, tenaga, perhatiaan) pada perkara yang sementara dan akan lenyap begitu saja, tapi kita tidak pernah atau kurang menaruh perhatian pada hal yang sifatnya kekal selama-lamanya?

2.  Banyak memikirkan hal rohani.

Coba periksa dengan jujur, berapa lama dalam sehari kita memikirkan tentang hal-hal yang rohani? Kita memikirkan apa yang akan terjadi setelah kehidupan? Kemana saya seandainya bumi dan langit yang sekarang ini lenyap? Kalau saya mengalami kematian, dimana saya akan berada? Sorga atau Neraka? Apakah kehidupan saya sudah berpadanan dengan Firman TUHAN? Apakah kehidupan saya menyenangkan hati TUHAN YESUS?

Ataukah selama ini kita hanya dipusingkan dengan kehidupan kita sehari-hari. Pekerjaan, usaha, pendidikan, rumah tangga dan perkara sehari-hari semata? Mulailah membangun sebuah disiplin rohani dalam mempererat hubungan dengan TUHAN YESUS. Bangun komunikasi yang berkualitas dengan TUHAN YESUS melalui doa, pujian dan penyembahan serta membaca dan merenungkan Firmna TUHAN.

3.  Meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN.

Hidup kita sebagai manusia penuh dengan warna. Berbagai situasi dating silih berganti. Baik suka maupun duka, bahagia maupun air mata. Yang terutama tentu bukanlah apa yang terjadi dalam hidup kita melainkan bagaimana kita meresponinya.

Orang yang mencari perkara diatas, meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN. Contoh :

a.  Daud saat ditegor TUHAN akan dosanya (2 Sam 12)

b.  Pesan TUHAN YESUS kepada 7 (tujuh) jemaat dalam Wahyu 2 dan 3. Yang ditujukan bukan hanya untuk masa lalu saja melainkan juga untuk gereja masa kini.

Jika kita ingin mengalami dimensi yang baru di tahun Ayin Chet (5778), suatu dimensi yang melampaui dimensi yang lahiriah (jasmaniah), kita harus mencari perkara diatas : Menaruh perhatian kita pada perkara rohani, Banyak memikirkan hal-hal yang rohani dan meresponi segala sesuatu sesuai dengan kehendak TUHAN.