PERMULAAN-PERMULAAN YANG BARU

    Tahun 2018 yang baru saja kita masuki adalah Tahun Permulaan-Permulaan Yang Baru  (The Year of New Beginnings). Apa saja yang harus kita lakukan untuk dapat mengalami di tahun yang luarbiasa ini?

1.    Memiliki Cara Berpikir Yang Baru
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Masuk di Tahun Permulaan - Permulaan Yang Baru tentu harus diawali dengan cara berpikir yang baru, yakni cara berpikir yang diubahkan oleh Firman TUHAN. Dengan demikian kita bisa mengikuti kehendak Allah dengan benar. Barulah kita bisa dipakai untuk mempersiapkan umat yang layak, membuat hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang benar (Lukas 1:17). Karenanya, baca dan renungkan Firman Tuhan setiap hari, aktiflah dalam kegerakan HEBAT yang dilaksanakan Sub Divisi COOL Pusat.

2.    Memiliki Cara Hidup Yang Baru
“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” (Roma 6:4)

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5:17)

Masuk tahun permulaan yang baru kita harus hidup dengan cara yang baru. Kita harus membuang hal-hal lama yang tidak berkenan dihadapan TUHAN, segala dosa, hawa nafsu, kedagingan, kompromi dengan dosa dan keduniawian. Kita harus menjaga hidup kita sungguh-sungguh. kudus dalam takut akan TUHAN.


3.    Siap Mengalami Mujizat-Mujizat Yang Baru
“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” (Yesaya 43:19).

Dalam ayat ini dikatakan : TUHAN membuat jalan di padang gurun dan membuat sungai-sungai di padang belantara. Ini merupakan suatu mujizat yang tidak lazim atau unusual miracles. Di tahun 2018 ini kita akan melihat dan mengalami terobosan-terobosan baru dan mujizat-mujizat baru yang luar biasa. untuk itu kita harus mempersiapkan diri untuk mengalaminya.
Gembala Sidang / Pembina menyampaikan, ada 4 hal yang harus kita perhatikan untuk terjadinya mujizat:
a.    Kita harus percaya bahwa mujizat itu ada.
b.    Jika TUHAN berbicara kita harus percaya dan bertindak meskipun tidak masuk akal.
c.    Ada harga yang harus dibayar
d.    Kesombongan akan membuat mujizat tidak terjadi.
Selain itu, TUHAN juga mengingatkan melalui Gembala Sidang/Pembina dari dua ayat yang berkaitan :
“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada  manusia.” (Maz 118:8)

“Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:5-8).

Kalau kita ingin mengalami mujizat-mujizat yang baru, terobosan-terobosan yang baru, HIDUP MENGANDALKAN TUHAN. Bukan kekuatan atau kepintaran kita sendiri dan bukan juga mengandalkan orang lain. Orang yang mengandalkan TUHAN, hidup bergantung dengan TUHAN dan senantiasa membangun hubungan yang intim, yang akrab dengan TUHAN melalui doa, pujian dan penyembahan, saat teduh dan pembacaan Firman Tuhan setiap hari.