KITA BUKAN TEMPAT SAMPAH

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu." - Yakobus 1:21

Salah satu benda yang mempunyai fungsi sangat spesifik dalam rumah atau bangunan adalah tempat sampah. Benda lain kadang digunakan untuk fungsi yang berbeda, misalnya piring makan untuk meletakkan makanan atau tempat menaruh makanan sisa di kulkas. Gelas dapat digunakan untuk minum, juga bisa untuk menakar bahan makanan seperti beras. Sendok bisa digunakan untuk makanan, mengaduk minuman atau menakar obat. Namun tempat sampah hanya digunakan untuk satu tujuan: menaruh sampah. Tempat sampah tidak digunakan untuk keperluan lain. Benda yang tidak diinginkan, benda yang tidak digunakan, benda yang rusak total, benda yang jorok, semua akan berakhir di tempat sampah.

Manusia jelas bukan tempat sampah. Sayangnya, dalam banyak hal seringkali kita menjadikan diri kita tempat sampah. Hal-hal yang buruk yang seharusnya tidak kita simpan di dalam hidup kita, malah kita biarkan ada dalam diri kita dan bahkan mungkin kita lakukan. Alhasil kehidupan kita menjadi susah. Kita mungkin saja bertumbuh dan bergerak maju dalam perjalanan rohani kita, namun sampah-sampah yang ada dalam hidup kita membuat perjalanan tersebut terseret dan penuh rintangan. 

Alkitab jelas mengatakan bahwa saat kita lahir baru, maka kita menjadi pribadi yang baru dan hal-hal yang lama sudah berlalu (2 Korintus 5:17). Kita yang tadinya "sampah", oleh karena kemurahan dan kasih karunia Kristus dijadikan pribadi yang baru di dalam Dia. Kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Tetapi ini bukan berarti kita dapat tenang-tenang saja, karena selama kita di dunia akan selalu ada tantangan dan situasi yang berupaya membuat kita kembali menjadi tempat sampah. Tabiat-tabiat lama, perbuatan-perbuatan daging yang dahulu pun harus kita buang.

Apa saja sampah yang harus di buang dari hidup kita? Galatia 5:19-21 memberikan daftar sampah tersebut:

  •  Percabulan (kelakuan, hubungan seksual yang amoral)
  •   Kecemaran (pikiran kotor, keinginan hati yang buruk)
  •   Hawa nafsu (keinginan duniawi, keinginan yang melampaui batas kesopanan/normal)
  •   Penyembahan berhala (menyembah roh-roh selain TUHAN, percaya pada orang atau istiadat atau benda yang dipandang setara kedudukan dan pentingnya dengan TUHAN).
  • Sihir (penyembahan kepada setan-setan, penggunaan obat-obatan atau benda magis guna mengalami pengalaman supranatural)
  •   Perseteruan (permusuhan, kebencian yang sangat)
  •   Iri hati (cemburu atas keberhasilan orang lain)
  •   Geram (kemarahan yang meledak-ledak, perkataan yang kasar)
  •   Ambisi yang mementingkan diri sendiri (mencari kekuasaan, mencari pembenaran atas tindakan yang buruk)
  •   Pertikaian (memecah belah, mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai Firman TUHAN)
  •   Roh pemecah (menghancurkan persatuan/persekutuan anak-anak TUHAN)
  •   Kedengkian (perasaan tidak suka pada orang lain, benci pada orang yang memiliki sesuatu yang tidak ia miliki)
  •   Kemabukan (merusak diri dengan minuman keras)  
  •   Pesta pora (berpesta dengan berlebihan seperti mabuk, obat bius dan seks bebas)

Galatia 5:21 dengan tegas mengatakan bahwa jika kita masih menyimpan atau melakukan hal-hal diatas maka kita tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah.  Tegasnya: bukan di sorga tetapi di neraka! Mengapa? Karena berarti jelas menolak tuntunan Roh Kudus untuk hidup menurut kebenaran Firman TUHAN yang menentang hal-hal tersebut.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita dapat membuang hal-hal yang ditentang Firman dalam Galatia 5 tersebut? Alkitab jelas mengajarkan berkali-kali bahwa manusia dengan kekuatannya sendiri tidak akan pernah bisa menguduskan dirinya sendiri. Itulah sebabnya kita perlu dilahirkan terlebih dahulu oleh karena kasih karunia Kristus, yang kita terima dengan iman. Selanjutnya kita pun perlu dipenuhi oleh Roh Kudus yang akan menuntun kita di dalam kehidupan yang sesuai dengan kebenaran Firman TUHAN. Perhatikanlah ayat-ayat ini:

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. (Gal 5:1)

-- kita jadi manusia baru oleh karena Kristus.

 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. (Gal 5:5)

-- Roh Kudus yang membuat kita bisa hidup dalam kebenaran. Kita imani hal ini.

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Gal 5:17a, 25)

-- kita perlu hidup oleh Roh Kudus, dipenuhi Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus

dan tentu bacalah kembali Yakobus 1:21 diatas yang jelas menegaskan bahwa Firman TUHAN berkuasa untuk menyelamatkan jiwa kita; yaitu berkuasa membuat kita mampu membuang semua sampah-sampah kedagingan hidup kita yang lama.

Apakah hasil dari hidup yang dipimpin Roh Kudus dan di dalam kebenaran Firman TUHAN? Hasil yang luar biasa dari kehidupan yang demikian adalah kita tidak menjadi tempat sampah, melainkan menghasilkan buah-buah kehidupan yang luar biasa, sebagaimana ditulis dalam Galatia 5:22, yaitu:

 ·         Kasih (Yunani: agape, yaitu peduli dan memberikan yang terbaik kepada orang lain tanpa pamrih sebagaimana Kristus memberikan kasih-Nya)

·         Sukacita (perasaan senang berlandaskan kasih ilahi, berdasarkan kasih yang Kristus telah berikan kepada kita oleh karena kemurahan dan kasih karunia-Nya, bukan karena perlakukan orang kepada kita)

·         Damai sejahtera (ketenangan hidup oleh karena tahu bahwa Bapa tidak pernah jauh dari kita)

·         Kesabaran (kemampuan untuk tabah, kuat, tidak putus asa dan terutama dapat mengerti kekurangan orang lain)

·         Kemurahan (tidak ingin menyakiti orang lain, namun ingin membantu mereka yang kesusahan)

·         Kebaikan (membenci kejahatan, menegur hal yang salah, berlaku adil dan ingin melihat orang bertumbuh dalam kebenaran)

·         Kesetiaan (menjaga komitmen, pribadi yang jujur dan bisa dipercaya perkataannya)

·         Kelemahlembutan (pengendalian diri dan emosi yang baik, rendah hati, tidak mencari pengakuan dari orang lain)

·         Penguasaan diri (mampu menjaga diri dari keinginan-keinginan dan nafsu duniawi, termasuk godaan-godaan seksual).

 Tidakkah saudara-saudara rindu mengalami dan menghasilkan buah-buah yang luar biasa tersebut diatas? Oleh karena itu saudara-saudara, mari kita buang jauh-jauh semua sampah dalam hidup kita. Hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus dan Firman TUHAN. Mari kita hidup sebagai pribadi-pribadi yang baru dalam Kristus, dan lihatlah TUHAN memberikan banyak hal yang baru dalam kehidupan kita.  TUHAN Yesus memberkati. Amin! (CS)